GEOPOLITIK AIR DAN KELEMBAGAAN REGIONAL: MEDIASI AFRICAN UNION DALAM SENGKETA BENDUNGAN ANTARA ETHIOPIA DAN MESIR

  • Dinda Rolisti Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia
  • Wulan Yuliani Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia
  • Revalica Putri Sunarsri Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Indonesia
Keywords: Grand Ethiopian Renaissance Dam, Sungai Nil, African Union, Realisme, Geopolitik Air.

Abstract

Sungai Nil menjadi sumber kehidupan vital bagi negara-negara di Afrika Timur dan Utara, khususnya Mesir dan Ethiopia. Pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) oleh Ethiopia sejak tahun 2011 telah memicu ketegangan geopolitik dengan Mesir, yang menganggap proyek tersebut mengancam hak historisnya atas Sungai Nil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur untuk menganalisis dinamika geopolitik, peran African Union (AU) dalam proses mediasi, serta interpretasi konflik ini melalui perspektif teori realisme hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mediasi AU dari tahun 2015 hingga 2025 belum menghasilkan kesepakatan hukum yang mengikat, karena kedua negara lebih mengutamakan kepentingan nasional masing-masing dibandingkan kerja sama regional. Konflik ini mencerminkan karakteristik realisme di mana negara bertindak untuk mempertahankan survival dan mengamankan sumber daya strategis. Diperlukan mekanisme kerja sama dan pengawasan yang lebih kuat dari organisasi regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Published
2026-06-30
How to Cite
Rolisti, D., Yuliani, W., & Sunarsri, R. P. (2026). GEOPOLITIK AIR DAN KELEMBAGAAN REGIONAL: MEDIASI AFRICAN UNION DALAM SENGKETA BENDUNGAN ANTARA ETHIOPIA DAN MESIR. Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial, 9(1), 28-36. https://doi.org/10.54783/jk.v9i1.1823