MANAJEMEN TATA KELOLA KEARSIPAN DATA KEPRIBADIAN PRAJA DALAM MEWUJUDKAN SIKAP DAN PERILAKU KEPAMONGAN (Studi pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Jatinangor Sumedang Jawa Barat)
Abstract
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Kedinasan di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri, yang bertujuan untuk mempersiapkan kader pemerintahan dalam negeri. Dalam lembaga pendidikan, kegiatan administrasi menjadi bagian disiplin akademik karena berkaitan dengan jalannya roda organisasi, dalam hal ini lembaga IPDN. Untuk mewujudkan sikap dan perilaku kepamongan, segala bentuk penilaian dan rekam jejak peserta didik yang dalam hal ini disebut praja, harus diarsipkan dengan baik. Untuk itu, melalui penelitian ini, penulis mengangkat judul tentang “Manajemen Tata Kelola Kearsipan Data Kepribadian Praja dalam Mewujudkan Sikap dan Perilaku Kepamongan (Studi pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Jatinangor Sumedang Jawa Barat)”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis manajemen tata kelola kearsipan data kepribadian praja dalam mewujudkan sikap dan perilaku kepamongan praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi manajemen tata kelola kearsipan data kepribadian praja dalam mewujudkan sikap dan perilaku kepamongan praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan bagaimana upayaupaya lembaga dalam memaksimalkan manajemen tata kelola kearsipan data kepribadian praja dalam mewujudkan sikap dan perilaku kepamongan praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Penelitian ini menggunakan jenis pengamatan deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, teknik angket, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen tata kelola kearsipan data kepribadian praja sudah dilaksanakan dengan baik namun belum maksimal, dengan jumlah sumber daya manusia yang cukup sebagai faktor pendukung, namun kompetensi pegawainya yang belum bisa mengimbangi kebutuhan kearsipan, serta kurangnya komunikasi yang aktif antara sub bagian tata usaha dan pengasuh langsung. Lembaga juga melakukan upaya dalam bentuk pengawasan terhadap jalannya manajemen kearsipan di bagian pengasuhan.
Oleh karena itu, dalam tesis ini penulis memberikan beberapa saran, di antaranya adalah hendaknya Kepala Bagian Pengasuhan memberikan pengawasan dan melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan kearsipan secara rutin, perlu adanya kerja sama yang baik yang diimbangi dengan kemampuan serta keahlian yang semakin dikembangkan dalam melakukan manajemen tata kelola kearsipan, dan alangkah baiknya apabila lembaga melakukan upaya untuk mengubah sistem kearsipan yang awalnya manual menjadi online system.












1.png)