Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk <p><em>Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial </em>(<a href="http://u.lipi.go.id/1533179308">ISSN 2622-6103</a>) is a national open-access journal with rapid peer-review, which publishes works from a wide range of fields, including anthropology, criminology, economics, education, geography, history, law, linguistics, political science, psychology, social policy, social work, sociology, health science and related topic or general social sciences.</p> en-US editor.jurnalkelola@gmail.com (Avid Leonardo Sari) irwandi@uinsgd.ac.id (Irwandi) Tue, 28 Apr 2026 02:28:34 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI PEMANFAATAN RUANG LAUT DI KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk/article/view/1647 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi pemanfaatan ruang laut di Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. Kawasan ini memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang tinggi, sehingga berbagai aktivitas berkembang pesat dan berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis citra, pemetaan, serta survei lapangan. Data yang digunakan meliputi data primer hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisis dilakukan dengan interpretasi spasial dan klasifikasi jenis pemanfaatan ruang laut berdasarkan kondisi eksisting di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ±14 jenis pemanfaatan ruang laut yang mencakup sektor pariwisata, perikanan, transportasi, dan konservasi. Aktivitas tersebut tersebar dalam empat zona utama yaitu zona pesisir, perairan dangkal, teluk, dan laut terbuka. Kawasan konservasi meliputi mangrove ±275 Ha, terumbu karang ±730 Ha, dan padang lamun ±37 Ha. Inventarisasi menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas telah berjalan aktif, namun masih terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan RZWP3K terutama terkait perizinan dan intensitas pemanfaatan.</p> Ranti Armanda Copyright (c) 2026 Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk/article/view/1647 Tue, 28 Apr 2026 02:33:15 +0000 LEMAHNYA KOMUNIKASI PASTORAL ANTARA PASTOR PAROKI DAN DEWAN PASTORAL PAROKI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN UMAT: TINJAUAN DALAM TERANG COMMUNIO ET PROGRESSIO https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk/article/view/1688 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lemahnya komunikasi pastoral antara pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) serta dampaknya terhadap perkembangan iman umat dalam terang dokumen <em>Communio et Progressio</em>. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa komunikasi pastoral yang kurang terbuka dan kurang dialogis sering kali menimbulkan hambatan dalam kerja sama pastoral, sehingga berdampak pada melemahnya keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja. Dalam konteks Gereja sebagai <em>communio</em>, komunikasi pastoral seharusnya menjadi sarana untuk membangun relasi, kebersamaan, dan partisipasi aktif umat dalam seluruh dinamika pastoral Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui kajian terhadap dokumen-dokumen Gereja, khususnya <em>Communio et Progressio</em>, serta berbagai literatur teologi pastoral yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-interpretatif guna memahami keterkaitan antara komunikasi pastoral dan perkembangan iman umat dalam kehidupan paroki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya komunikasi pastoral antara pastor paroki dan DPP berpengaruh terhadap menurunnya semangat partisipasi umat dalam pelayanan dan kehidupan menggereja. Pola komunikasi yang cenderung satu arah, kurang dialogis, dan minim keterlibatan bersama menyebabkan pelayanan pastoral berjalan kurang efektif serta menghambat pertumbuhan iman umat secara lebih mendalam. Situasi ini belum sepenuhnya mencerminkan semangat <em>communio</em> sebagaimana ditekankan dalam dokumen <em>Communio et Progressio</em>, yang menempatkan komunikasi sebagai sarana membangun persekutuan, kerja sama, dan tanggung jawab bersama dalam Gereja. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pola komunikasi pastoral yang lebih dialogis, partisipatif, dan inklusif agar kehidupan iman umat dapat berkembang secara lebih dinamis dan berkelanjutan.</p> Vinsensius Mbete Copyright (c) 2026 Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial https://ejournal.goacademica.com/index.php/jk/article/view/1688 Sat, 30 May 2026 02:53:37 +0000