PROSES PEMBENTUKAN VERBA MAJEMUK DALAM NOVEL BAHASA JEPANG KOKORO KARYA NATSUME SOSEKI

  • Siti Nur Faizatul Maghfiroh Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
  • Lina Rosliana Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Keywords: Verba Majemuk, Proses Pembentukan Kata, Makna, Novel Kokoro.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembentukan verba majemuk (fukugōdōshi) dan menjelaskan makna yang dihasilkan dalam novel Kokoro karya Natsume Sōseki. Data penelitian terdiri dari verba majemuk berpola V+V yang ditemukan pada bagian Sensei to Watashi, dengan sumber data utama berupa teks novel Kokoro. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat, sementara metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Analisis data mengacu pada teori pembentukan verba majemuk serta teori makna menurut Tsujimura (2014) dan Kageyama (1993). Hasil analisis mengungkap 66 verba majemuk yang terbentuk melalui pola V1 + V2, di mana V1 berbentuk ren’yōkei dan V2 sebagai unsur inti penentu makna. Berdasarkan hubungan semantis, verba tersebut tergolong tiga subtipe: subordinatif, koordinatif, dan idiomatis, dengan subtipe subordinatif paling dominan. Makna yang muncul mencakup direktif, inkoatif, kompletif, kognitif, serta sosial, menandakan bahwa verba majemuk dalam teks sastra tidak hanya bersifat morfologis, melainkan juga merefleksikan kompleksitas makna konteks naratif.

References

Anggraeni, D. S. (2019). Proses pembentukan kata majemuk dari kanji 気 (ki) 気(き)からなる複合語の語構成 (Skripsi). Universitas Diponegoro.

Chang, H. (2026). Acquisition of compound verbs expressing continuity in Japanese. CAJ Journal.

Djadjasudarma, F. (1993). Metode linguistik: Ancangan metode penelitian dan kajian. Bandung: Eresco.

Febriliani, A., Rahayu, E. T., & Firmansyah, D. B. (2023). Morphological analysis of fukugoudoushi verb + ageru. Japanedu, 8(2), 120–130.

Fujii, T. (2020). Modern Japanese literature and the Meiji era: Linguistic innovations in Natsume Sōseki’s works. Journal of Asian Studies, 79(3), 567–589.

Hashimoto, Y. (2024). Compound verbs in Japanese: Semantic and morphological analysis. Tokyo: University of Tokyo Press.

Kageyama, T. (2022). The formation and meaning of Japanese compound verbs. Linguistics, 60(2), 345–367.

Kido, Y. (2024). Parallelisms between verb–verb compounds in Japanese and English verb-particle constructions. Languages, 9(8), 280.

Mahsun. (2005). Metode penelitian bahasa: Tahapan strategi, metode, dan tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Maulana, D., Hidayati, Y., & Dewi, C. (2023). Verba majemuk ~hateru dalam kalimat bahasa Jepang (kajian morfosemantik). NIJI, 5(1), 25-37.

Miyagawa, S. (2023). Syntax and semantics of Japanese compound verbs. Cambridge: MIT Press.

Mulia, T. N. (2022). Analisis proses pembentukan kata majemuk nomina dalam anime Burīchi (Skripsi). Universitas Andalas.

Mulya, I. G. B. A. (2019). Analisis makna verba majemuk owaru dalam bahasa Jepang (Skripsi). Universitas Pendidikan Ganesha.

Puspitosari, D. (2023). Difficulties in comprehending Japanese fukugoudoushi. Journal of Japanese Language Education and Linguistics, 7(1), 45–60.

Rianti, F. N. (2017). Proses pembentukan kata majemuk dari kanji 目 (me; moku) 目(め;もく)からなる複合語の語構成 (Skripsi). Universitas Diponegoro.

Rini, E. I. H. N., & Sinaga, A. D. (2022). Verba majemuk ~nukeru dalam bahasa Jepang. IZUMI, 11(1), 1–10. Diakses dari https://ejournal.undip.ac.id/index.php/izumi

Rosliana, L., & Lailatussoimah, I. (2018). Makna verba majemuk bahasa Jepang ~kaesu. Kiryoku, 2(4), 174–181.

Song, Q., Fei, X., & Matsumi, N. (2025). Effects of input modality and second-language vocabulary proficiency on processing of Japanese compound verbs. Humanities and Social Sciences Communications, 12, 1–12.

Sōseki, N. (2018). Kokoro (E. McClellan, Trans.). Tokyo: Tuttle Publishing. (Karya asli diterbitkan 1914).

Sudaryanto. (2001). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tanaka, H. (2021). Natsume Sōseki’s Kokoro and modern Japanese identity. Journal of Japanese Studies, 47(1), 123–145.

Taqdir. (2025). Meaning of fukugoudoushi ~owaru, ~ageru, ~kiru. Japanese Research on Linguistics, Literature and Culture, 7(1), 10–20.

Wamafma, D., & Santoso, T. (2025). Fungsi sufiks (~te) pada verba dalam kalimat majemuk bahasa Jepang. Proposisi: Journal of Humanities, 1(1), 26–33.

Published
2026-05-04
How to Cite
Maghfiroh, S. N. F., & Rosliana, L. (2026). PROSES PEMBENTUKAN VERBA MAJEMUK DALAM NOVEL BAHASA JEPANG KOKORO KARYA NATSUME SOSEKI. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 8(2), 87-102. https://doi.org/10.54783/jin.v8i2.1207