ANALISIS PROPAGANDA ANTI TIONGKOK SEBAGAI ANTISIPASI POTENSI KONFLIK SOSIAL PASCA MENINGKATNYA KERJA SAMA EKONOMI INDONESIA-TIONGKOK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis implikasi propaganda anti Tiongkok terhadap kerjasama ekonomi Indonesia-Tiongkok dan menjelaskan bagaimana upaya deteksi dini yang dapat dilakukan guna mencegah potensi konflik sosial akibat propaganda anti Tiongkok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara terhadap narasumber yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh ekonomi Tiongkok terhadap Indonesia dinilai kuat dan merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Propaganda anti Tiongkok di Indonesia saat ini telah mereda jika dibandingkan dengan situasi pada 1998 namun dinilai masih mudah disulut di tengah masyarakat. Propaganda anti Tiongkok tidak terlalu mengganggu proses kerjasama ekonomi Indonesia-Tiongkok, namun pihak Pemerintah Tiongkok pernah menyatakan keberatan. Perlu diwaspadai pihak-pihak yang berpotensi menjadi aktor propaganda diantaranya kelompok kepentingan, kelompok konservatif yang berafiliasi dengan kekuatan politik tertentu, buruh dan NGO dari negara yang berkedudukan sebagai rival dari Tiongkok. Berdasarkan hasil studi literatur juga menunjukan bahwa propaganda anti Tiongkok di Indonesia dapat dinilai sebagai proxy war dari rivalnya dalam geopolitik, yaitu Amerika Serikat. Ancaman propaganda anti Tiongkok dapat digolongkan pada tingkatan minor, namun tetap perlu diantisipasi, dideteksi dan dicegah secara dini karena dapat berkembang menjadi massif dan memicu konflik sosial.
References
al Qurtuby, S. (2017). Sentimen Anti-Cina di Indonesia. Diakses dari: https://www.dw.com/id/sentimen-anti-cina-di-indonesia/a-36974659
Alwi, H. (2016). Pengantar Studi Konflik Sosial: Sebuah Tinjauan Teoretis. IAIN Mataram.
American, T., Science, P., & Aug, N. (2008). The Theory of Political Propaganda Harold D. Lasswell. Political Science, 21(3), 627–631.
Bahtiar, A., Purwadianto, A., & Juwono, V. (2021). Analisa Kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam Penanganan Pandemi Covid-19. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(2), 178–192.
Bowser, B. P. (2017). Racism : Origin and Theory. https://doi.org/10.1177/0021934717702135
BPS RI. (2023). Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran. Diakses dari: https://www.bps.go.id/id/statistics-table?subject=535
Collins, J. M. (1994). Special Operation Forces An Assessment. National Defense University Press.
Creswell, J. W., & David, J. (2018). Mixed Methods Procedures.
Dahrendorf, R. (1959). Class and class Conflict in Industrial Society. Stanford University Press.
Ellul, J. (1973). Propaganda: The Formation of Men’s Attitudes. Vintage Books. Vintage Books.
Granieri, R. J. (2018). The Ambivalent Alliance Chinese Policy towards Indonesia, 1960-1965. The Ambivalent Alliance.
Humas Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2022). Indonesia dan Tiongkok Sepakati Lima Dokumen Kerja Sama. Diakses dari: https://setkab.go.id/indonesia-dan-tiongkok-sepakati-lima-dokumen-kerja-sama/
Jowett S., G., & O´Donnel, V. (2012). Propaganda and Persuation. In Journal of Broadcasting & Electronic Media (Fifth Edit, Vol. 44, Nomor 2). SAGE. https://hiddenhistorycenter.org/wp-content/uploads/2016/10/PropagandaPersuasion2012.pdf
kbbi.web.id. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). https://kbbi.web.id/. https://kbbi.web.id/deteksi
KBRI Tiongkok. (2022). Optimalkan Hubungan Perdagangan Indonesia dan Tiongkok, KBRI Beijing Fasilitasi Kegiatan Penandatanganan Kerja Sama antar Pelaku Usahaitle. kemlu.go.id. https://www.kemlu.go.id/beijing/id/news/22066/optimalkan-hubungan-perdagangan-indonesia-dan-tiongkok-kbri-beijing-fasilitasi-kegiatan-penandatanganan-kerja-sama-antar-pelaku-usaha
Liu, H. (2015). Sukarno, Tiongkok, & Pembentukan Indonesia (1949-1965). Komunitas Bambu.
Pertiwi, M. (2021). Perkembangan Sentimen anti-Tionghoa di Indonesia. KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science, 3(1), 82-93.
Praditya, I. I. (2023). Disaksikan Jokowi, Indonesia dan China Sepakati Kerja Sama Ekonomi Digital. Diakses dari: https://www.liputan6.com/bisnis/read/5396274/disaksikan-jokowi-indonesia-dan-china-sepakati-kerja-sama-ekonomi-digital?page=2
Prunckun, H. (2010). Handbook of Scientific Methods of Inquiry for Intelligence Analysis (Scarecrow Professional Intelligence Education Series) (Education). The Scarecrow Press, Inc.
Satryo, A. (2023). Gara-gara IKN Diobral ke China, KAMI Lintas Provinsi Bela Kritikan RG ke Jokowi. Diakses dari: https://politik.rmol.id/read/2023/08/10/584596/gara-gara-ikn-diobral-ke-china-kami-lintas-provinsi-bela-kritikan-rg-ke-jokowi
Sugirman, S. (2009). Analisis Intelijen: Sebuah Kontemplasi. CSICI.
Suryadinata, L. (20021). How a hoax pandemic donation sparked anti-Chinese and anti-China sentiments in Indonesia. Diakses dari: https://www.thinkchina.sg/how-hoax-pandemic-donation-sparked-anti-chinese-and-anti-china-sentiments-indonesia
Suryana, W. (2023). Survei Indostrategic, Publik Dominan Respons Negatif IKN dan Kereta Cepat. Diakses dari: https://news.republika.co.id/berita/rxtjtb484/survei-indostrategic-publik-dominan-respons-negatif-ikn-dan-kereta-cepat
Undang-Undang No 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara
Utami, R. (2015). Hubungan Indonesia-Tiongkok: dari Soekarno hingga Jokowi. Diakases dari: https://www.antaranews.com/berita/490460/hubungan-indonesia-tiongkok-dari-soekarno-hingga-jokowi
Van de Weert, A., & Eijkman, Q. A. (2020). Early detection of extremism? The local security professional on assessment of potential threats posed by youth. Crime, Law and Social Change, 73, 491-507.
Yudhana. (2009). Deteksi Dini dalam Intelijen. Sinar Baru Press.
Copyright (c) 2025 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)