PERSPEKTIF GENDER TENTANG KONSEP AL ‘ADALAH DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM
Abstract
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep al-‘adalah dalam hukum keluarga Islam melalui perspektif gender sebagai respons terhadap paradigma keadilan yang selama ini lebih berorientasi pada aspek formal-prosedural dan cenderung mereproduksi relasi hierarkis antara laki-laki dan perempuan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur fiqh klasik, pemikiran hukum Islam kontemporer, serta putusan Pengadilan Agama, kemudian dianalisis secara integratif menggunakan tujuh kerangka konseptual, yaitu mubādalah, naẓariyyah al-ḥudūd, qiwāmah, maqāṣid al-syarī‘ah berbasis gender, zawj al-mīthāq, konsep wilāyah–wiṣāyah, dan maṣlaḥah al-usrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep al-‘adalah perlu direkonstruksi dari keadilan formal menuju keadilan substantif-relasional yang berorientasi pada kemitraan dan kemaslahatan keluarga. Pertama, al-‘adalah menempatkan suami dan istri sebagai zawj al-mīthāq yang terikat oleh mīthāqan ghalīẓan, sehingga qiwāmah dipahami sebagai amanah tanggung jawab, bukan legitimasi superioritas gender. Kedua, konsep wilāyah yang bersifat hierarkis ditransformasikan menjadi wiṣāyah yang berlandaskan kompetensi, kapasitas, dan kemaslahatan. Ketiga, naẓariyyah al-ḥudūd dan maṣlaḥah al-usrah menjadi instrumen evaluatif untuk menilai sejauh mana produk hukum keluarga mampu mewujudkan kemanfaatan, keadilan, dan perlindungan dari mafsadah bagi seluruh anggota keluarga. Penelitian ini menawarkan paradigma baru al-‘adalah yang menempatkan relasi suami-istri sebagai hubungan yang setara, saling bertanggung jawab, dan berorientasi pada tercapainya tujuan hukum Islam (maqāṣid al-syarī‘ah) dalam kehidupan keluarga.
References
Abdurrahman, H. (2018). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo.
Ahmad Tholabi Kharlie. (2022). PERMA dispensasi kawin dan implementasi maslahah al-usrah di Pengadilan Agama. Jurnal Cita Hukum, 10(1), 45–61.
Al-Shatibi, A. I. (n.d.). Al-muwafaqat fi usul al-shari'ah (Vol. 2). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
Az-Zuhaili, W. (1989). Al-fiqh al-Islami wa adillatuhu (Vol. 9). Dar al-Fikr.
Bachtiar. (2018). Metode penelitian hukum. UNPAM Press.
Dzuhayatin, S. R. (2022). Gender justice and maslahah al-usrah in Indonesian family law reform. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 60(1), 101–123.
Dzuhayatin, S. R. (2023). Mitsaqan ghalizha as the philosophical basis for the elimination of domestic violence. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 61(1), 97–120.
Faizah, N. (2019). Konsep qiwamah dalam yurisprudensi Islam perspektif keadilan gender. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(1), 1–18.
Halil, R. H. (2009). Tarikh tasyri': Sejarah legislasi hukum Islam. Amzah.
Hanafi, A. (1970). Pengantar dan sejarah hukum Islam. Bulan Bintang.
Hardani, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., Istiqomah, R. R., Fardani, R. A., Auliya, N. H., & Purnomo, H. (2020). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Jauhari, A. (2020). Filsafat hukum Islam. Liventurindo.
Khallaf, A. W. (n.d.). 'Ilm ushul al-fiqh. Maktabah al-Da'wah al-Islamiyah.
Kharlie, A. T. (2022). PERMA dispensasi kawin dan implementasi maslahah al-usrah di Pengadilan Agama. Jurnal Cita Hukum, 10(1), 45–61.
Kodir, F. A. (2018). 60 hadis shahih hak-hak perempuan dalam Islam. Diva Press.
Kodir, F. A. (2019). Qira'ah mubadalah: Tafsir progresif untuk keadilan gender dalam Islam. IRCiSoD.
Mardani. (2017). Hukum keluarga Islam di Indonesia. Kencana.
Mir-Hosseini, Z. (2013). Justice, equality and Muslim family laws: New ideas, new prospects. In Z. Mir-Hosseini, K. Vogt, L. Larsen, & C. Moe (Eds.), Gender and equality in Muslim family law (pp. 7–30). I.B. Tauris.
Mir-Hosseini, Z. (2021). Wilayah and wisayah: Rethinking male authority in Muslim family law. Journal of Middle East Women's Studies, 17(2), 186–203.
Mubarak, J. (2000). Sejarah dan perkembangan hukum Islam (2nd ed.). Remaja Rosdakarya.
Muhammad, H. (2019). Fiqh perempuan: Refleksi kiai atas tafsir wacana agama dan gender. LKiS.
Mulia, M. (2004). Islam menggugat poligami. Gramedia Pustaka Utama.
Mulia, M. (2022). Reformulasi konsep wali dalam fiqh munakahat perspektif keadilan gender. Jurnal Hukum Islam, 20(2), 205–223.
Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawwir: Kamus Arab–Indonesia. Pustaka Progressif.
Nasution, K. (2010). Pengantar dan pemikiran hukum keluarga (Perdata) Islam Indonesia. Akademia & Tazaffa.
Nurain, dkk. (2024). Rekonstruksi pemikiran Amina Wadud tentang qiwamah suami perspektif maqashid syariah. Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial, 10(2), 1–20.
Nurlaelawati, E. (2021). Maqāṣid al-sharī'a and gender justice in Indonesian Islamic family law. Journal of Indonesian Islam, 15(1), 40–60.
Nurlaelawati, E. (2022). Khulu' and gender equality in Indonesian Religious Courts. Islamic Law and Society, 29(3), 280–302.
Nurlaelawati, E. (2022). Wali adhal and the best interest of the bride in Indonesian Religious Courts. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 21(1), 55–75.
Nurlaelawati, E. (2023). Maslahah al-usrah as a legal reasoning in divorce cases. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 22(1), 25–44.
Nurmila, N. (2022). The influence of global Muslim feminism on Indonesian family law reform. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 60(2), 373–399.
Qibtiyah, A. (2023). Dari wilayah ke wisayah: Dekonstruksi kuasa laki-laki dalam hak asuh anak. Jurnal Al-Ahwal, 16(1), 39–56.
Rajafi, A. (2022). Maslahah al-usrah sebagai pengembangan maqashid syariah di bidang hukum keluarga. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, 20(1), 1–18.
Rajafi, A. (2022). PERMA No. 5 Tahun 2019 dalam perspektif maqashid syariah: Perlindungan anak perempuan dari perkawinan dini. Jurnal Ilmiah Mizani, 9(1), 25–40.
Rofiah, N. (2020). Nalar kritis Muslimah: Refleksi atas keperempuanan, kemanusiaan, dan keislaman. Afkaruna.
Rofiah, N. (2021). Membangun metodologi hukum Islam berkeadilan gender. Jurnal Al-Ahwal, 14(1), 1–15.
Rofiah, N. (2021). Nalar keadilan gender dalam hukum keluarga Islam: Dari qiwamah ke zawjiyyah. Jurnal Musawa, 20(1), 1–20.
Rofiah, N. (2022). Maslahah al-usrah: Membaca ulang hukum keluarga dengan kacamata perempuan. Jurnal Musawa, 21(2), 145–165.
Rofiah, N. (2022). Membangun keluarga sakinah berbasis mitsaqan ghalizha. Jurnal Al-Ahwal, 15(2), 137–156.
Rofiah, N. (2022). Metodologi maslahah al-usrah untuk perlindungan perempuan. Jurnal Al-Ahwal, 15(1), 1–15.
Salim. (1988). Tarikh tasyri'. Ramadhani.
Schacht, J. (2010). Pengantar hukum Islam. Nuansa Cendekia.
Setiawan, M. N. K. (2022). Pergeseran paradigma hak asuh anak: Dari wilayah ke wisayah dalam putusan Mahkamah Agung. Jurnal Yudisial, 15(3), 289–307.
Solikin, N. (2021). Pengantar metodologi penelitian hukum. CV Qiara Media.
Syahrur, M. (1990). Al-kitab wa al-Qur'an: Qira'ah mu'ashirah. Al-Ahali.
Syahrur, M. (2000). Nahwa ushul jadidah lil fiqh al-Islami. Al-Ahali.
Thoha, S. A. (2000). Nizham al-usrah fi al-Yahudiyyah wa al-Nashraniyyah wa al-Islam. Nahdhotu Mishro.
Tihami, M. A., & Sahrani, S. (2009). Fikih munakahat: Kajian fikih nikah lengkap. Rajawali Pers.
Wadud, A. (1999). Qur'an and woman: Rereading the sacred text from a woman's perspective. Oxford University Press.
Wahid, M. (2020). Fiqh kontekstual: Dari normatif ke pemaknaan sosial. Pustaka Pelajar.
Wahid, M. (2022). Maslahah al-usrah dan pencegahan perkawinan anak. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 415–432.
Yanggo, H. T. (2018). Kedudukan perempuan sebagai wali nikah. Jurnal Ahkam, 18(1), 17–32.
Yasmita, & Rizkiani, M. I. (2022). Konsep keadilan dalam perspektif filsafat hukum keluarga Islam atas hak dan kewajiban suami istri dalam perkawinan.
Zuhaili, W. (n.d.). Al-fiqh al-Islami wa adillatuhu (Vol. 9). Dar al-Fikr.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)