EKSISTENSI TARI GANDRUNG JEJER JARAN DAWUK KARYA SUMITRO HADI DALAM IDENTITAS BUDAYA BANYUWANGI

  • Dhini Nur Febriani Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
  • Herfan Efendi Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
  • Nur Muhammad Sulaiman Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
  • Virgianto Ali Syahputra Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
  • Nur Arif Anandhita Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Indonesia
Keywords: Tari Gandrung Jejer Jaran Dawuk, Budaya Osing Banyuwangi, Pelestarian Budaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang tarian Gandrung Jejer Jaran Dawuk dari Banyuwangi. Kesenian ini merupakan salah satu wujud kebudayaan khas Banyuwangi, salah satunya kebudayaan masyarakat adat Osing Banyuwangi. Kajian pada penelitian ini membahas secara mendalam tentang struktur estetika, filosofi, dan karakteristik koreografi. Penelitian ini juga berperan penting sebagai penguat literasi budaya yang yang diharapkan mampu memberikan landasan edukatif bagi generasi muda serta menjadi referensi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Slamet Dihardjo adalah seseorang yang penting dalam perkembangan Tari Gandrung Jejer Jaran Dawuk. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) dan saat ini berprofesi sebagai tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Banyuwangi pada jurusan Seni Pertunjukan. Sebagai seniman dan budayawan dari masyarakat Osing, ia memiliki peran besar dalam menjaga keaslian nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam pertunjukan melalui Sanggar Seni yang dimiliki ia memiliki upaya untuk mengembangkan tarian tersebut. tersebut. Selain itu, ia kerap menjadi narasumber karena keterlibatannya sebagai saksi sejarah sekaligus pelaku dalam perkembangan kesenian Tari Gandrung Jejer Dawuk Banyuwangi, sehingga kontribusinya sangat penting dalam mempertahankan identitas budaya Banyuwangi. Saat ini tarian ini masih terlibat aktif dalam masyarakat karena menjadi sarana edukasi dalam pelestarian budaya.

References

Anantama, M. D., Prasetya, R. A., Sumarta, I. W. A., Putri, A. S., & Jannah, O. K. (2025). Perjuangan Perempuan Menuju Eksistensi Diri Dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S Chudori. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 1187-1200.

Aprilyawati, A. A. D., Wijayanti, D. K., Wijayani, S. N., Faloga, V., & Wahyuningtyas, T. (2025, December). Pengembangan Gerak Minangkabau dan Melayu sebagai Unsur Penciptaan Tari “SASEK” Karya Mahasiswa Universitas Negeri Malang. In International Conference on Art, Design, Education and Cultural Studies (ICADECS) (Vol. 7, No. 1).

Clairine, A., Wiyono, E. N., & Lestari, E. (2024). Transformasi Makna Tari Gandrung; Studi Sosiologi Budaya melalui Perspektif Orientalisme Edward Said. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 5(1), 55-70.

Dharsono, F. M., Ristiana, R., & Setialesmana, D. (2025). Tari Kele Ciamis: Menari Bersama Nilai, Mendidik Generasi Lewat Kearifan Lokal. PEMA, 5(3), 935-945.

Diyanti, K. P., & Mariasa, I. N. (2018). Kreativitas Penciptaan Sumitro Hadi Sebagai Maestro Penata Tari Kreasi Baru Banyuwangi. Solah, 8(1).

Elfarisyah, D., Agustin, D., & Ariska, I. (2024). Islamic religious education curriculum and strengthening religious moderation in Indonesia. Journal of Contemporary Gender and Child Studies, 3(1), 154-164.

Hera, T. (2020). Fungsi tari tanggai di Palembang. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 3(1), 64-77.

Indahsari, M. R., Budiono, H., & Wiratama, N. S. (2025, July). Kajian Seni Tari Gandrung Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 8, pp. 1497-1504).

Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1-9.

Lestari, S. A. P., Kusumaningrum, D. S., & Nurapriani, F. (2024). Geometric Patterns in Jaipong Dance: An Ethnomathematics Study. Mathline: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 9(1), 217-228.

Majmu’adin, M., & Ningsih, S.A. (2025). Peran Sastra Anak dalam Memperkenalkan Keberagaman Budaya Indonesia kepada Generasi Muda. (2025). Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4(1), 12-15. https://doi.org/10.58258/pendibas.v4i1.8632

Prianto, R., & Nurharini, A. (2023). Digital Storytelling Media to Increase Creativity in Dance Creation on Simple Dance Movement Exploration Material. Mimbar PGSD Undiksha, 11(3), 437-445.

Qumariyah, S.N., Sriwulandari, Y.A., & Santoso, V.N. (2023). Dinamika Nilai Sastra Tradisional pada Festival Tari Gandrung Sewu di Kota Banyuwangi Tahun 2015-2022. Prosiding Seminar Nasional IKIP Budi Utomo.

Saputra, R., Hasanah, N., Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran seni dalam mempertahankan identitas budaya lokal di era modern. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183-195.

Sejati, I. R. H. (2012). Biola dalam seni pertunjukan Gandrung Banyuwangi. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 12(2).

Septiani, N. K. (2024). Tradisi Megibung dalam Upaya Pemertahanan Kearifansosial pada Masyarakat Banjar Kayu Putih, Karangasem, Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Ganesha).

Tohari, M., & Astuti, F. (2026). Integrasi Nilai Filosofis Budaya Lokal dalam Pengembangan Model Pembelajaran Tari untuk Meningkatkan Apresiasi Seni Siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(01), 118-130.

Ulinnuha, I. A. (2025). Gandrung Tak Hanya Menari: Identitas Perempuan dan Perlawanan Dalam Budaya Banyuwangi. Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 12-18.

WAHYUDI, D. (2022). Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Seni Rupa Pada Kelas VII SMP Negeri 1 Mapilli Kabupaten Polewali Mandar (Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain).

Yudiana, I. K., & Istiqomah, F. (2022). Dinamika Tari Gandrung Sebagai Upaya Pelestarian Kesenian di Era Milenial. Jurnal Sangkala, 1(1), 34-45.

Published
2026-09-22
How to Cite
Febriani, D. N., Efendi, H., Sulaiman, N. M., Syahputra, V. A., & Anandhita, N. A. (2026). EKSISTENSI TARI GANDRUNG JEJER JARAN DAWUK KARYA SUMITRO HADI DALAM IDENTITAS BUDAYA BANYUWANGI. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 8(3), 682-691. https://doi.org/10.54783/jin.v8i3.2026