SILENT ANXIETY ANTARA MAHASANTRI PENGHAFAL AL-QUR'AN BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN UMUM DAN ISLAM: STUDI ANALISIS NARATIF
Abstract
Menghafal Al-Qur'an merupakan proses yang sarat tantangan psikologis, namun dalam budaya pesantren, kecemasan yang muncul sering kali tidak diungkapkan secara terbuka, melainkan dibungkus dalam narasi religius seperti kepasrahan pada takdir atau keyakinan bahwa Allah akan memberi jalan. Fenomena ini disebut spiritual bypassing, yaitu kecenderungan menggunakan gagasan dan praktik spiritual untuk menghindari penyelesaian persoalan emosional yang belum tuntas. Kecenderungan tersebut diduga tidak seragam pada seluruh mahasantri. Melihat mereka yang berlatar belakang pendidikan umum (SMA/SMK) sebelum menjalani program tahfidz, kemungkinan mengalami proses adaptasi religius-emosional yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang sebelumnya telah menempuh pendidikan Islam (MA/pesantren). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola silent anxiety, yaitu kecemasan yang dipendam dan tidak diverbalisasi secara eksplisit pada mahasantri penghafal Al-Qur'an dari kedua latar belakang pendidikan tersebut, serta bagaimana narasi religius berfungsi sebagai mekanisme spiritual bypassing yang mengalihkan perhatian dari kecemasan, bukan menyelesaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis naratif terhadap sepuluh transkrip wawancara mendalam bersama mahasantri tahfidz dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan empat pola utama: (1) pengalihan cepat dari pertanyaan yang menyentuh emosi ke jawaban bernuansa takdir atau kepasrahan; (2) minimalisasi pengakuan atas kecemasan yang dialami; (3) jawaban singkat yang berulang kali digali ulang oleh pewawancara sebagai penanda keengganan bercerita; serta (4) pembingkaian kecemasan sebagai ujian yang harus diterima, bukan persoalan yang perlu dikelola secara emosional. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang dinamika psikologis tersembunyi di lingkungan pendidikan berbasis agama dan menegaskan perlunya ruang dialog emosional yang tidak semata-mata berorientasi pada penguatan spiritual normatif.
References
Adha, F. A., Chairia, N. F., Maula, Z. K., Septiana, D. A., Ramadhan, Y. L., & Sururin, S. (2026). Religiusitas sebagai coping spiritual dewasa awal dalam menghadapi kecemasan akibat penggunaan media sosial. Jurnal Ilmiah Nusantara, 3(5), 63–73. https://doi.org/10.61722/jinu.v3i5.10890
Anugraeni, L., Prayogi, A., & Nasrullah, R. (2026). Dukungan teman sebaya dan coping religius dalam mengatasi stres akademik mahasiswa PAI. SURAU: Journal of Islamic Education, 4(1), 55–69. https://doi.org/10.30983/surau.v4i1.11046
Brinkmann, S., & Kvale, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). Sage Publications.
Cashwell, C. S., Bentley, P. B., & Yarborough, J. P. (2007). The only way out is through: The peril of spiritual bypass. Counseling and Values, 51(2), 139–148. https://doi.org/10.1002/j.2161-007X.2007.tb00071.x
Cashwell, C. S., Glosoff, H. L., & Hammond, C. (2010). Spiritual bypass: A preliminary investigation. Counseling and Values, 54(2), 162–174. https://doi.org/10.1002/j.2161-007X.2010.tb00014.x
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Gross, J. J John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348
Hanif, S. I., & Widiasari, A. R. (2024). Peran spiritualitas dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis pada Generasi Z. Jurnal Psikologi Insight, 8(2), 139–146.
Jack, D. C. (1991). Silencing the self: Women and depression. Harvard University Press.
Jannah, R., Alfika, L. S., Fadhilla, S. Z., Ulum, J., & Surawan, S. (2026). Religiosity as a coping strategy for Generation Z in dealing with anxiety: A phenomenological study of religious psychology. Madinah Jurnal Studi Islam, 13(1), 182–192.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Lusiana, L., Hatta, A., & Purnama, M. (2026). Menjaga Keseimbangan Emosional Santri: Tantangan Kesehatan Mental di Lingkungan Pondok Pesantren. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 5(2), 2199–2211.
Matsumoto, D., Yoo, S. H., Nakagawa, S., & Rules, M. S. of C. D. (2008). Culture, emotion regulation, and adjustment. Journal of Personality and Social Psychology, 94(6), 925–937. https://doi.org/10.1037/0022-3514.94.6.925
Nurhidayati, I., Murtana, A., Mawardi, M., & Nurhudaf, M. (2024). Konsep Diri Berkorelasi dengan Kesehatan Mental Santri. TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan, 10(2), 69–73.
Pargament, K. I. (1997). The psychology of religion and coping: Theory, research, practice. Guilford Press.
Picciotto, G., Fox, J., Cashwell, C. S., & Neto, F. (2018). The Spiritual Bypass Scale-Brazilian Adaptation: How religious affiliation, age, and gender can predict levels of psychological avoidance and spiritualizing. Spiritual Psychology and Counseling, 3(1), 23–46.
Picciotto, G., Fox, J., & Neto, F. (2018). A phenomenology of spiritual bypass: Causes, consequences, and implications. Journal of Spirituality in Mental Health, 20(4), 333–354.
Shofi, M. B. A., & Hidayah, N. (2026). Resiliensi Psikologis Santri Tahfidz dalam Menghadapi Tekanan Akademik Dual-Curriculum di PP Hidayatul Qurro Pikatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 6(1), 752–760. https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2454
Sulhan, M., Aurina HS, P., & Syamsuddin. (2025). Studi Fenomenologi: Dinamika Adaptasi Psikologis Santri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kota Palu. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 156–166.
Tuasikal, A. N. A., & Retnowati, S. (2019). Kematangan Emosi, Problem-Focused Coping, Emotion-Focused Coping dan Kecenderungan Depresi pada Mahasiswa Tahun Pertama. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 4(2), 105–118. https://doi.org/10.22146/gamajop.46356
Welwood, J. (2000). Toward a Psychology of Awakening: Buddhism, Psychotherapy, and the Path of Personal and Spiritual Transformation. Shambhala Publications.
Wulandari, R. P., & Anikoh, I. (2025). Implikasi Tekanan Akademik pada Kesehatan Mental Santri: Studi Kasus Santri Penghafal Alfiyyah di Pondok Pesantren. Ristekdik: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(4), 567–577.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)