IMPLEMENTASI PUNISHMENT DALAM MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI SMPN 46 SAMARINDA
Abstract
Penelitian ini bermaksud menjelaskan berbagai macam pelanggaran siswa yang umum ditemukan di sekolah dan faktor penyebabnya serta penerapan hukuman (punishment) sekolah untuk mengatasinya. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peneliti membuat kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data, informasi dan fakta yang ditemukan melalui observasi, wawancara dan di dukung dokumen-dokumen yang ada. Adapun cara mengumpulkan data dibuat menggunakan teknik triangulasi dengan memadukan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi data yang dikumpilkan. Penelitian dilakukan pada guru dan siswa di SMPN 46 Kota Samarinda. Hasil penelitian mendapati bahwa macam pelanggaran siswa yang terdapat adalah tindakan bolos, tidak mengerjakan tugas rumah/PR, terlambat ke sekolah, membuli, merokok dan berkelahi. Adapun penerapan hukuman (punishment) terhadap pelanggaran oleh siswa adalah membuat renungan, melalui teguran lisan, pembersihan sampah dilingkungan sekolah, hukuman ditanggung bersama, istirahat di ruang BK, dijadikan petugas upacara, denda uang dan menulis surat Yaasiin. Hasil penelitian ini membuktikan hukuman dapat mengurangi dan mencegah pelanggaran siswa disekolah.
References
Ahmadi, A. (2014). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Al-Abrasyi, M. A. (2010). Prinsip-prinsip dasar pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Anggraini, Z. S., & Utomo, A. C. (2023). Implementasi punishment dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas V sekolah dasar. Research and Development Journal of Education, 9(1), 45–49.
Coloroso, B. (2007). Stop bullying: memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMA. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Daradjat, Z. (2012). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, S. B. (2010). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Febianti, Y. N. (2018). Peningkatan motivasi belajar dengan pemberian reward dan punishment yang positif. Edunomic, 6(2), 92–103.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2016). Manajemen berbasis sekolah: konsep, strategi, dan implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muna, N. (2023). Aksentuasi reinforcement dan punishment untuk mengatasi kenakalan remaja. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 4(2), 49–60.
Nurlaelah. (2023). Upaya sekolah dalam menanggulangi kenakalan peserta didik di SMPN 35 Makassar. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 168–174.
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing.
Pratiwi, S. S., & Rahmawati, A. (2019). Analisis kedisiplinan siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 3(2), 50–56.
Prayitno, & Amti, E. (2015). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Purwanto, M. N. (2011). Ilmu pendidikan teoritis dan praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rigby, K. (2008). Children and bullying: How school communities can cope. Blackwell Publishing.
Santrock, J. W. (2014). Remaja (Adolescence). Jakarta: Erlangga.
Sekretariat Negara RI (2003) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta
Skinner, B. F. (1974). About behaviorism. Vintage Books.
Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice. Pearson.
Sudarsono. (2012). Kenakalan remaja: pembahasan masalah juvenile delinquency. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)