MEMAKNAI ULANG HEALING: TINJAUAN LITERATUR TENTANG STRATEGI COPING DAN KESEHATAN MENTAL PADA GENERASI MUDA

  • Sania Nawaf Nazmi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Herliyana Isnaeni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Healing, Kesehatan Mental, Stres, Strategi Coping, Generasi Muda, Regulasi Emosi.

Abstract

Istilah healing beredar luas di media sosial generasi muda Indonesia dengan dua makna yang berbeda. Makna pertama merujuk pada pemulihan psikologis dari tekanan, kelelahan, atau luka batin. Makna kedua merujuk pada aktivitas hiburan seperti liburan, belanja, atau nongkrong. Dua makna ini membawa ukuran keberhasilan yang berbeda pula. Makna psikologis menuntut perubahan kondisi dan penanganan sumber masalah. Makna populer menilai keberhasilan dari rasa senang selama aktivitas berlangsung. Tinjauan literatur naratif ini menelaah 20 sumber terbitan 2021 sampai 2026 tentang healing, stres, strategi coping, dan kesehatan mental pada remaja, mahasiswa, dan dewasa muda. Penulis mengelompokkan temuan ke dalam tujuh tema: makna healing, bentuk aktivitas, fungsi coping, peran media sosial, regulasi emosi, dukungan sosial, dan pencarian bantuan profesional. Sumber Indonesia menunjukkan bahwa healing populer menjalankan fungsi coping berfokus emosi. Fungsi ini meredakan ketegangan sementara, sedangkan sumber stres tetap memerlukan coping berfokus masalah. Informan dalam beberapa studi melaporkan efek healing berlangsung singkat dan stres kembali tidak lama setelah aktivitas selesai. Coping berfokus masalah terbukti menurunkan stres akademik dan burnout. Belanja impulsif berkaitan dengan regulasi emosi rendah, bukan dengan pemulihan kondisi psikologis. Konten media sosial, terutama TikTok, memengaruhi cara generasi muda memaknai healing dan memperkuat tekanan untuk menjalani aktivitas tertentu sebagai tanda kesehatan mental yang baik. Dukungan sosial teman sebaya menguatkan strategi coping berfokus masalah pada mahasiswa. Intervensi self-compassion menurunkan stres dan meningkatkan well-being. Stigma dan literasi kesehatan mental memengaruhi keputusan mencari bantuan profesional. Penulis menyusun empat penanda untuk membedakan healing adaptif dari penghindaran: hubungan dengan sumber stres, lama efek, pola pengulangan, dan respons terhadap gejala menetap. Penulis juga merumuskan lima implikasi praktis bagi mahasiswa dan pengelola layanan kampus. Healing membantu pemulihan saat disertai tindakan terhadap sumber stres dan pencarian bantuan ketika gejala menetap.

References

Ahmad, A. T. (2025). Pengaruh regulasi emosi terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa. Jurnal Talenta Mahasiswa, 5(1), 152–161. https://doi.org/10.26858/jtm.v5i1.80802

Aini, Q., Maulana, H., & Ariyani, M. (2025). Efektivitas intervensi self-compassion writing terhadap stres dan well-being mahasiswa. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 14(2), 114–126. https://doi.org/10.21009/JPPP.142.03

Amanda, Q., Haryani, D. A., Sofa, Y. R., Purwanto, D., Maryam, A. K., Basrowi, R. W., & Devi, Y. P. (2025). Social media engagement patterns in relation to adolescent anxiety and depression: A systematic review. Berita Kedokteran Masyarakat, 41(9), e22664. https://doi.org/10.22146/bkm.v41i09.22664

Djudiyah, D. (2022). The role of emotion regulation on compulsive shopping of clothing. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 11(1), 100–110. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v11i1.7169

Friska, Arni, & Riyadi, I. (2025). Pengaruh intensitas konten TikTok terhadap kesehatan mental mahasiswa generasi Z: Studi kuantitatif pada FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Jurnal Komunikasi dan Organisasi, 7(2), 77–88. https://doi.org/10.26618/f7hv3j47

Grant, R. S., Buchanan, B. E., & Shockley, K. M. (2025). I need a vacation: A meta-analysis of vacation and employee well-being. Journal of Applied Psychology, 110(7), 887–905. https://doi.org/10.1037/apl0001262

Hikmah, N., Fauziyah, N. K., Septiani, M., & Lasari, D. M. (2022). Healing sebagai strategi coping stres melalui pariwisata. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 3(2). https://doi.org/10.36256/ijtl.v3i2.308

Howard, R., Manohar, H., Seshadri, S., & Sharma, A. (2024). Coping strategies in young people during the COVID-19 pandemic: Rapid review. BJPsych Bulletin. Advance online publication. https://doi.org/10.1192/bjb.2024.49

Lestari, B. S., & Purnamasari, A. (2022). Dukungan sosial teman sebaya dan problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 4(1), 15–23. https://doi.org/10.26555/jptp.v4i1.23351

Mutohharoh, A. (2022). Self healing: Terapi atau rekreasi? Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 73–88. https://doi.org/10.28918/jousip.v2i1.5771

Natasha, P. F., Syahira, P., Afifah, N. M., Al-Mustakim, M. G., Al-Hakim, M. F., Syafrini, D., & Permata, B. D. (2025). Pemaknaan healing sebagai salah satu bentuk self-care pada mahasiswa Universitas Negeri Padang. Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial, 2(2), 425–434. https://doi.org/10.24036/scemp.v2i2.190

Nurhalizah, N., & Abdurrahman, Z. (2026). Academic stress and coping dynamics: Appraisal and religious coping among Muslim university students in Indonesia. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 9(2), 167–182. https://doi.org/10.15575/jt.v9i2.57720

Putri, A. A., & Hidayah, S. (2024). Self healing generasi Z: Bentuk baru perilaku konsumtif pada mahasiswi FISIP ULM. Huma: Jurnal Sosiologi, 3(3), 245–254. https://doi.org/10.20527/h-js.v3i3.230

Putri, D. M., Marniati, M., & Purnomo, R. A. A. (2025). Emotional regulation and impulsive in fashion purchases among emerging adulthood: An in-depth quantitative study. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 16(2), 133–142. https://doi.org/10.26740/jptt.v16n02.p133-142

Salsabilla, A., Rakhmawati, D., & Widiharto, C. A. (2026). Strategi coping mahasiswa dalam menghadapi stres akademik. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 15(1), 84–91. https://doi.org/10.21009/INSIGHT.151.08

Setyaningrum, F. A., & Asyanti, S. (2023). Perilaku mencari bantuan ditinjau dari tingkat literasi kesehatan mental dan persepsi terhadap stigma masyarakat pada mahasiswa. Epigram, 20(2), 244–263. https://doi.org/10.32722/epi.v20i2.6405

Suhardi, M., & Lestari, M. I. (2026). Strategi coping mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik di perguruan tinggi. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(3). https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i3.14041

Thoyibah, F. A., & Surawan. (2025). Budaya healing di kalangan mahasiswa Gen Z: Telaah terhadap regulasi emosi dalam konteks sosial modern. Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1). https://doi.org/10.24952/bki.v7i1.16097

Wahdi, A. E., Wilopo, S. A., & Erskine, H. E. (2023, Maret). The prevalence of adolescent mental disorders in Indonesia: An analysis of Indonesia–National Mental Health Survey (I-NAMHS) [Ringkasan publikasi]. Departemen Biostatistics, Epidemiology and Population Health, Universitas Gadjah Mada.

Wulandini, I. (2025). "Healing": Pemahaman dan praktiknya dalam pariwisata berdasarkan konten media sosial TikTok. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 7(1), 17–35. https://doi.org/10.22146/gamajts.v7i1.100809

Published
2026-10-17
How to Cite
Nazmi, S. N., & Isnaeni, H. (2026). MEMAKNAI ULANG HEALING: TINJAUAN LITERATUR TENTANG STRATEGI COPING DAN KESEHATAN MENTAL PADA GENERASI MUDA. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 8(3), 937-950. https://doi.org/10.54783/jin.v8i3.2066