TREN KONSUMERISME DAN DAMPAK FAST FASHION BAGI LINGKUNGAN KOTA MEDAN
Abstract
Penelitian ini membahas tentang dampak fast fashion terhadap tren konsumerisme anak muda di Kota Medan, menyoroti bahwa fast fashion bukan hanya sekedar gaya hidup namun sebuah tren yang cepat dan dapat mengubah desain serta bentuk dengan cepat. Anak muda menjadi sasaran produk fast fashion, yang dapat didapatkan dalam harga yang relatif murah untuk produk tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa fast fashion merupakan masalah lingkungan yang besar, karena menggunakan sejumlah besar udara, CO2, dan energi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner secara langsung, menggunakan data primer sebagai data yang digunakan dalam penelitian ini, dan melakukan analisis data dengan menggunakan metode analisis isi. Melalui penelitian ini, penulis sampai pada fakta bahwa meningkatnya kecenderungan konsumsi anak muda di Kota Medan berdampak pada lingkungan hidup di Kota Medan. Limbah yang dihasilkan selama produksi dibuang ke sungai dan laut, sehingga mencemari laut dan makhluk hidup yang hidup di sana. Kandungan bahan kimia tersebut menyebabkan polusi udara dan juga dapat menyebabkan pemanasan global.
References
Astuti, T. D., & Wicaksono, S. (2022). Limbah Tekstil, Dari Proses Pembuatan Hingga Pasca Pakai. Diakses dari: https://validnews.id/kultura/limbah-tekstil-dari-proses-pembuatan-hingga-pasca-pakai
Barnard, M. (1996). Fashion as Communication. London: Routledge.
Erlina, R. (2015). Pengaruh Gaya Hidup Berbelanja Dan Keterlibatan Fashion Terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Mahasiswa Strata 1 Digital Repository Universitas Jember. Diakses dari: https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/66351
Eyskoot, M. (2018). This is a Good Guide: For a Sustainable Lifestyle. BIS Publishers.
Ihza, Y. (2013). Bujuk Rayu Konsumerisme. Depok: Linea Pustaka.
Kristanto, P. (2002). Ekologi Industri. Yogyakarta: ANDI.
Leman, F. M., Soelityowati, J. P., & Purnomo, J. (2020). Dampak Fast Fashion Terhadap Lingkungan. In Seminar Nasional Envisi.
Midiani, T. D., et al. (2015). Rencana Pengembangan Industri Mode Nasional 2015-2019. Jakarta: Republik Solusi.
Muhamad, D. V. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Terhadap Merek Fast Fashion di Indonesia. Diakses dari: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13483
Niinimäki, K., Peters, G., Dahlbo, H., Perry, P., Rissanen, T., & Gwilt, A. (2020). The Environmental Price of Fast Fashion. Nature Reviews Earth & Environment, 1(4), 189-200.
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Ketel Uap.
Putri, C. N. (2021). Tak Hanya Merusak Lingkungan, Serat Kain Sintetis Juga Berdampak Buruk bagi Kesehatan. Diakses dari: https://www.kompas.com/parapuan/read/532792339/tak-hanya-merusaklingkungan-serat-kain-sintetis-juga-berdampak-buruk-bagi-kesehatan
Shafie, S., Kamis, A., & Firdaus, M. (2021). Fashion Sustainability: Benefits of Using Sustainable Practices in Producing Sustainable Fashion Designs. International Business Education Journal, 14(1), 103–111
Shinta. (2018). Pengaruh Pendidikan Mahasiswa Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Bank Syariah (Studi pada Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah UIN Antasari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam). (Skripsi, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin).
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Zahrawati, F., & Faraz, N. J. (2017). Pengaruh Kultur Sekolah, Konsep Diri, dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Perilaku Konsumtif Siswa. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 4(2), 131–141.
Copyright (c) 2023 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)