TINJAUAN HISTORIS SOSIOLOGIS TERHADAP TRADISI KONDANGAN PERNIKAHAN SEBAGAI AKAD HUTANG

  • M. Suharto STAI Al Hikmah 2 Brebes
  • Ismatul Maula STAI Al Hikmah 2 Brebes
  • Adnan Nuril STAI Al Hikmah 2 Brebes
  • Alfin Fikriyan STAI Al Hikmah 2 Brebes
Keywords: Kondangan, Historis, Sosiologis, Akad Hutang.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana tradisi kondangan pernikahan sebagai akad hutang di masyarakat Jawa ditinjau dengan perspektif historis-sosiologis, serta menemukan munculnya tradisi kondangan sebagai akad hutang. Persoalan yang diangakat adalah bagaimana tradisi kondangan di masyarakat dan bagaimana pergeseran maknanya menjadi hutang secara historis dan keberadaannya di masyarakat adakah sanksi hukum atau sosialnya. Jenis penelitian ini merupakan field research dengan sifatnya kualitatif. Data yang diambil menggunakan hasil wawancara, dan juga observasi. Selain itu kajian pustaka diambil sebagai data pendukung teori dan konseptual dari variabel penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah historis sosiologis sebagai analisa tradisi tersebut yang di gali dari segi sejarah dan keberadaannya dalam mayarakat, yang digali dari empat kabupaten di Jawa Tengah. Tehnis analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan menjabarkan gambaran lapangan yang ditemukan dari penelitian ini. Adapun hasil yang didapatkan adalah bahwa dari empat kabupaten Tegal, Brebes, Banyumas dan Purbalingga hampir 50 % dari responden menyatakan adanya praktik tradisi kondangan dan dilakukan sejak lama oleh masyarakat. Secara umum tehnis pelaksanaanya sama, perbedaan hanya terletak pada status sosial dalam pencatatan hutang dalam kondangan tersebut. Sejatinya tradisi tersebut berlandas pada asas tolong menolong namun bergeser menjadi akad hutang yang sudah diakui dan dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat. Secara sosiologis praktik tradisi ini tidak adanya perlawanan ataupun perseteruan antar masyarakat, namun sebagian menyayangkan karena menjadi nilai kapitalis. Perubahan makna dan nilai tradisi tersebut tidak disadari asal mula munculnya namun seiring berjalan masa dan status sosial serta modernitas menghasilkan hal tersebut. Akan tetapi sanksi hukum tidak ada dasar maupun implementasinya dimasyarakat, hanya saja secara sosial adanya gunjingan dan seolah aib jika ada pelanggaran masyarakat yang tidak membayar hutang dalam kondangan pernikahan tersebut.

References

Al Burnu, & Muhammad Shidqi. (n.d.). كتاب الوجيز في إيضاح قواعد الفقة الكلية. Retrieved from: https://shamela.ws/book/8379/261

Amiruddin, & Asikin, Z. (2018). Pengantar Metode Penelitian Hukum. RajaGrafindo Persada.

Aritama, R. (2022). Penipuan Dalam Hukum Pidana dan Hukum Perdata. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(3), 728–736. https://doi.org/10.55681/SENTRI.V1I3.283

As-Suyuti, A.-J. (2010). Al-Asybah wa An-Naza’ir. Dar Kutub al-Ilmiyah.

Az Zuhaili, W. (1990). Ushul al fiqih al Islami. Daru Al Fikr.

Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Prenadamedia Group.

Fikriyah Ahmad al Sayyid. (n.d.). Qawaid Al Fiqh al Kulliyah. Jami`at al Azhar.

Hajar. (2017). Model-Model Pendekatan dalam Penelitian Hukum dan Fiqih. Kalimedia.

Harahap, Y. S., Sya’bana, D. F., Syukri, A., & Sinaga, A. I. (2023). Berbagai Pendekatan Studi Islam. Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies, 3(2), 296–305. https://doi.org/10.47467/TARBIATUNA.V3I2.3858

Mahyudi, D. (2023). Pendekatan Antropologi dan Sosiologi Dalam Studi Islam. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 9(2), 114–140. https://doi.org/10.30821/IHYA.V9I2.17900

Maryam, S., & Arsyad, A. (2022a). Analisis Urf’ Terhadap Tradisi Appasumbang Doe Sebagai Piutang Dalam Perkawinan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 250263. https://doi.org/10.24252/shautuna.vi.24769

Maryam, S., & Arsyad, A. (2022b). Analisis Urf’ Terhadap Tradisi Appasumbang Doe Sebagai Piutang Dalam Perkawinan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 250263–250263. https://doi.org/10.24252/SHAUTUNA.VI.24769

Muaddin, M., & Aini, N. (2022). Tinjauan Ekonomi Islam Pada Tradisi Bhubuwen di Madura. Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam, 10(1), 79–95. https://doi.org/10.37812/aliqtishod.v10i1.291

Rachmawati, S. A., & Anwar, Moch. K. (2021). Budaya dan Tradisi Buwuh sebagai Hutang Piutang dalam Adat Pernikahan di Kota Surabaya. Jurnal Ekonomika Dan Bisnis Islam, 4(3), 69–83. https://doi.org/10.26740/JEKOBI.V4N3.P69-83

Rohmah, R. A., & Purwantoro. (2023). Makna Sosial Tradisi Nyumbang dalam Berbagai Hajatan di Desa Masda Makmur: Bidang Sosial Humaniora. Journals of Indonesian Multidisciplinary Research, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.61291/JOINMR.V2I1.8

Saputri, E. D., & Ashari, M. H. (2019). Tradisi Buwuh Dalam Perspektif Akuntansi Piutang dan Hibah di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Prive: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 02(01).

Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Press.

Vollenhoven, C. V. (1985). Orientasi dalam Hukum Adat Indonesia. Djambatan.

Zaidan, A. K. (2013). al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh. Muassasah Al-Risalah.

Zikriadi, U. S., & Hifza. (2023). Aneka Jenis Penelitian. SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 36–46. https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v1i1.157

ابن عاشور. (n.d.). التحرير والتنوير. Retrieved from https://tafsir.app/ibn-aashoor/2/282

محمد أبو زهرة - محمد بن أحمد بن مصطفى بن أحمد. (n.d.). زهرة التفاسير. دار الفكر العربي. Retrieved December 18, 2023, from https://www.islamweb.net/ar/library/content/221/158

Published
2023-12-27
How to Cite
Suharto, M., Maula, I., Nuril, A., & Fikriyan, A. (2023). TINJAUAN HISTORIS SOSIOLOGIS TERHADAP TRADISI KONDANGAN PERNIKAHAN SEBAGAI AKAD HUTANG. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 5(3), 117-130. https://doi.org/10.54783/jin.v5i3.867