STRATEGI KEBIJAKAN PEMERATAAN INFRASTRUKTUR DAN PEMANFAATAN LAYANAN FIXED BROADBAND DI WILAYAH INDONESIA

  • Siti Lizaria Ardiyanti Perencana Muda Sekretariat Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
Keywords: Fixed Broadband, Pemerataan Infrastruktur, Transformasi Digital, Keterjangkauan Layanan, Kebijakan Publik.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh biaya penggelaran dan operasional jaringan, struktur pasar, keterjangkauan layanan, dan tata kelola kebijakan terhadap ketimpangan akses dan pemanfaatan fixed broadband di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi terhadap dokumen kebijakan, laporan pemerintah, data sektoral, dan literatur terkait. Analisis dilakukan menggunakan perspektif Transaction Cost Economics, Regulatory Capture, Natural Monopoly, Price Discrimination, Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), Cooperative Federalism, Digital Divide, serta evaluasi alternatif kebijakan Bardach dan Patashnik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan fixed broadband dipengaruhi oleh tingginya biaya penggelaran jaringan, struktur pasar yang terkonsentrasi, keterjangkauan layanan yang terbatas, serta koordinasi kebijakan yang belum optimal. Evaluasi kebijakan menunjukkan bahwa penyederhanaan perizinan penggelaran jaringan merupakan alternatif paling layak dalam jangka pendek, sementara pengembangan skema tarif yang lebih inklusif dan penggunaan infrastruktur bersama menjadi strategi jangka menengah dan panjang. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kebijakan yang terintegrasi untuk mendukung transformasi digital yang lebih inklusif.

References

Aji, L. S. (2022). Feasibility Study of Fiber Optic Infrastructure Development Plan in Indonesia. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5(3).

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi. (2025). Survei Hambatan Infrastruktur. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei Kepuasan Konsultan Internet. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025a). Profil Internet Indonesia dan Segmentasi Pasar ISP. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025b). Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025c). Survei Segmentasi Pasar ISP 2025. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Badan Informasi Geospasial. (2024). Luas Wilayah Indonesia Hasil Penelaahan Batas Wilayah Administrasi. Badan Informasi Geospasial.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Telekomunikasi Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2024). Profil Kemiskinan di Indonesia. Badan Pusat Statistik.

Bardach, E., & Patashnik, E. M. (2023). A Practical Guide for Policy Analysis: The Eightfold Path to More Effective Problem Solving. CQ Press.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika. (2024). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Friedman, L. S. (1979). Airlie House Conference on Natural Monopoly. Lexington Books.

Grodzins, M. (1966). The American System: A New View of Government in the United States. Rand McNally.

Hafiza, L. (2025). Telecommunication Broadband Affordability in Indonesia. Journal of Informatics and Communication Technology (JICT), 6(1). https://doi.org/10.52661/jict.v6i1.284

International Telecommunication Union. (2023). Global Connectivity Report. ITU.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025–2029. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha. (2024). Laporan Tahunan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Musgrave, R. A. (1959). The Theory of Public Finance: A Study in Public Economy. McGraw-Hill.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2024). OECD Broadband Portal. OECD Publishing.

Posner, R. A. (1974). Theories of Economic Regulation. Bell Journal of Economics and Management Science, 5(2), 335–358.

Pradono, W. (2021). Analysis on Competition Type between Fixed and Mobile Broadband Services in Indonesia. Buletin Pos dan Telekomunikasi, 19(2), 97–104. https://doi.org/10.17933/bpostel.2021.190202

PT Telkom Indonesia. (2023). Laporan Tahunan PT Telkom Indonesia. PT Telkom Indonesia.

PT Telkom Indonesia. (2024). Laporan Keuangan Konsolidasi Telkom. PT Telkom Indonesia.

Sharkey, W. W. (1982). The Theory of Natural Monopoly. Cambridge University Press.

Stigler, G. J. (1971). The Theory of Economic Regulation. Bell Journal of Economics and Management Science, 2(1), 3–21.

Stigler, G. J. (1987). The Theory of Price. Macmillan.

van Dijk, J. (2020). The Digital Divide. Polity Press.

Williamson, O. E. (1985). The Economic Institutions of Capitalism. Free Press.

World Bank. (2024). World Development Report 2024: Digitalization for Development. World Bank.

Published
2026-06-19
How to Cite
Ardiyanti, S. L. (2026). STRATEGI KEBIJAKAN PEMERATAAN INFRASTRUKTUR DAN PEMANFAATAN LAYANAN FIXED BROADBAND DI WILAYAH INDONESIA . PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan Dan Politik, 9(3), 186-207. https://doi.org/10.54783/japp.v9i3.1775