PENGARUH PRAKTIK PERTANIAN BERKELANJUTAN TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN DI KENAGARIAN PADANG LAWEH, KECAMATAN SUNGAI TARAB, KABUPATEN TANAH DATAR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik pertanian berkelanjutan terhadap kualitas lingkungan di Kenagarian Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 86 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama terpadu berpengaruh signifikan terhadap kualitas lingkungan dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,020 dan 0,034. Rotasi tanaman dan konservasi tanah-air tidak berpengaruh signifikan karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Secara simultan praktik pertanian berkelanjutan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lingkungan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,019. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,086 menunjukkan bahwa praktik pertanian berkelanjutan menjelaskan 8,6% variasi kualitas lingkungan, sedangkan 91,4% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
References
Altieri, M. A. (2002). Agroecology: The Science of Natural Resource Management for Poor Farmers in Marginal Environments. Agriculture, Ecosystems & Environment, 93(1–3), 1–24.
Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Datar. (2023). Kabupaten Tanah Datar dalam angka 2023. BPS Kabupaten Tanah Datar.
Badan Pusat Statistik. (2024). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Conway, G. R. (1987). The Properties of Agroecosystems. Agricultural Systems, 24(2), 95–117.
Djaenudin, D., Marwan, H., Subagjo, H., & Hidayat, A. (2011). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
Food and Agriculture Organization. (2017). Sustainable Agriculture for Biodiversity. FAO.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu tanah. Akademika Pressindo.
Hidayat, A., & Mulyani, A. (2014). Pengelolaan Lahan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Lokal. Jurnal Sumberdaya Lahan, 8(2), 73–84.
Irawan, B. (2006). Pembangunan Pertanian Berkelanjutan: Konsep dan Implementasi. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 24(2), 107–123.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Status Lingkungan Hidup Indonesia 2022. KLHK Republik Indonesia.
Lal, R. (2015). Restoring Soil Quality to Mitigate Soil Degradation. Sustainability, 7(5), 5875–5895.
Mulyani, A., & Sarwani, M. (2013). Karakteristik dan Potensi Lahan Suboptimal untuk pengembangan pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 32(2), 47–55.
Nasution, S. (2012). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Tarsito
Odum, E. P. (1993). Ecology and Our Endangered Life-Support Systems. Sinauer Associates.
Pimentel, D., Hepperly, P., Hanson, J., Douds, D., & Seidel, R. (2005). Environmental, Energetic, and Economic Comparisons of Organic and Conventional Farming Systems. BioScience, 55(7), 573–582.
Pretty, J. (2008). Agricultural Sustainability: Concepts, Principles and evidence. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 363(1491), 447–465. https://doi.org/10.1098/rstb.2007.2163
Pretty, J., Benton, T. G., Bharucha, Z. P., Dicks, L. V., Flora, C. B., Godfray, H. C. J., Goulson, D., Hartley, S., Lampkin, N., Morris, C., Pierzynski, G., Prasad, P. V. V., Reganold, J., Rockström, J., Smith, P., Thorne, P., & Wratten, S. (2018). Global Assessment of Agricultural System Redesign for Sustainable Intensification. Nature Sustainability, 1, 441–446. https://doi.org/10.1038/s41893-018-0114-0
Rahman, A., & Putra, D. (2021). Dampak Pertanian Berkelanjutan terhadap Kualitas Lingkungan Pedesaan. Jurnal Geografi, 13(2), 89–101.
Reijntjes, C., Haverkort, B., & Waters-Bayer, A. (1999). Farming for the Future: An Introduction to Low-External-Input And Sustainable Agriculture. Macmillan.
Rockström, J., et al. (2017). Sustainable intensification of agriculture for human prosperity and global sustainability. Ambio, 46(1), 4–17.
Salikin, K. A. (2003). Sistem Pertanian Berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius.
Setiawan, B., & Nugroho, I. (2016). Pertanian berkelanjutan dalam perspektif pembangunan wilayah. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 4(1), 1–12.
Sudjana, N. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suripin. (2004). Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Andi Offset.
Suryani, N. (2019). Pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap kesuburan tanah. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 7(1), 45–53.
Tilman, D., Balzer, C., Hill, J., & Befort, B. L. (2011). Global food demand and the sustainable intensification of agriculture. Proceedings of the National Academy of Sciences, 108(50), 20260–20264. https://doi.org/10.1073/pnas.1116437108
United Nations Environment Programme. (2021). Making Peace with Nature. UNEP.
World Bank. (2019). Climate-Smart Agriculture Sourcebook. World Bank Publications.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)