INTEGRASI PENILAIAN KESIAPAN INDUSTRI HIJAU MENGGUNAKAN RESOURCE EFFICIENT AND CLEANER PRODUCTION (RECP) DAN ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM (EMS): STUDI KASUS PT XYZ
Abstract
Industri manufaktur berperan penting dalam ekonomi sekaligus menjadi kontributor emisi karbon terbesar. Sebagai mitigasi, Pemerintah Indonesia merancang Program Industri Hijau yang membutuhkan transformasi berkelanjutan. Konsep ini diwujudkan melalui integrasi perspektif Resource Efficient and Cleaner Production (RECP) untuk efisiensi produksi dan Environmental Management System (EMS) untuk pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesiapan perusahaan dalam menerapkan Program Industri Hijau melalui dual perspektif RECP dan EMS menggunakan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators), sekaligus mengidentifikasi hambatan implementasinya. Menggunakan pendekatan mixed-methods studi kasus pada PT XYZ, hasil evaluasi berbasis KPI menunjukkan tingkat kesiapan yang signifikan, dengan pemenuhan 80% aspek kuantitatif dan 86,67% aspek kualitatif (secara akumulatif memenuhi 83,33% kriteria). Meskipun performa teknisnya tinggi, analisis hambatan mengidentifikasi bahwa kendala terbesar internal adalah kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Guna menjembatani kendala tersebut, penelitian ini mengusulkan rancangan model tingkat pencapaian (Achievement Level Model) dan kuesioner penilaian mandiri (Self-Assessment Questionnaire) berbasis pilar RECP dan EMS.
References
Bravi, L., Murmura, F., & Santos, G. (2020). The ISO 14001 standard in manufacturing firms: benefits and barriers. International Journal of Quality and Service Sciences, 12(2), 221-234.
Daddi, T., Heras-Saizarbitoria, I., Marrucci, L., & Testi, F. (2019). Environmental management systems and circular economy. Journal of Cleaner Production, 225, 876-885.
Gajdzik, B., & WyciĆlik, A. (2023). Integrated models of eco-efficiency and cleaner production in energy-intensive manufacturing industries. Journal of Cleaner Production, 385, 135610.
International Organization for Standardization. (2015). ISO 14001:2015 - Environmental management systems: Requirements with guidance for use. Geneva: ISO.
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2018 tentang Penerapan Industri Hijau.
Purba, A., & Hasan, M. (2024). Indonesian green industry standard compliance: Challenges in implementation and regulatory frameworks. Sustaining Asia Journal of Industrial Management, 16(1), 45-58.
Saaty, T. L. (1980). The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation. New York: McGraw-Hill.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
UNIDO. (2017). Resource Efficient and Cleaner Production (RECP) Report. Vienna: United Nations Industrial Development Organization.
Wang, Z., & Opena, M. (2022). Evaluating green manufacturing readiness using hybrid AHP and Capability Maturity Models. International Journal of Production Economics, 244, 108375.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)