HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI DESA BANJARHARJO BREBES
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada perokok aktif dan perokok pasif di Desa Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 60 responden yang terdiri atas 30 perokok aktif dan 30 perokok pasif berusia 20–80 tahun. Pengukuran kadar glukosa darah kapiler dilakukan menggunakan metode Point-of-Care Testing (POCT) dengan glukometer, disertai wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, sedangkan analisis hubungan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu pada perokok aktif sebesar 128,27 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif sebesar 137,50 mg/dL. Hasil uji Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data perokok aktif tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sedangkan data perokok pasif berdistribusi normal (p = 0,099). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,970 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar -0,007. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status perokok aktif maupun perokok pasif dengan kadar glukosa darah sewaktu pada responden penelitian. Perbedaan rerata kadar glukosa darah yang ditemukan diduga lebih dipengaruhi oleh faktor perancu, seperti perbedaan usia, status asupan nutrisi sebelum pemeriksaan, serta tingkat aktivitas fisik yang memengaruhi metabolisme individu.
References
Agustina, R., & Wibowo, A. (2021). Kesadaran skrining kesehatan dan deteksi dini diabetes melitus di masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 88–95.
Andini, K., & Maulida, S. Y. (2024). Perbandingan kadar glukosa darah sewaktu terhadap perokok aktif dan perokok pasif di Kecamatan Kiaracondong. Jurnal Analis Kesehatan Medika, 12(1), 34–42.
Ariansyah, M. F., & Cynthia, E. P. (2025). Analisis korelasi faktor gaya hidup terhadap indikator kesehatan menggunakan metode Shapiro–Wilk dan Spearman. Jurnal Biostatistik Kesehatan, 8(1), 15–23.
Astuti, S. D., & Mukaromah, A. H. (2021). Hubungan jumlah batang rokok yang dikonsumsi terhadap kadar glukosa darah pria perokok usia 18–24 tahun. Jurnal Laboratorium Medis, 9(2), 102–109.
Djoka, T., & Rahayu, S. (2013). Prevalensi merokok dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Nasional, 5(1), 45–52.
Dunlap, B., & McCallum, W. (2019). The effects of toxic cigarette smoke components on pancreatic beta-cell function and insulin resistance. Journal of Endocrinology and Metabolism, 27(3), 210–218.
Fahmi, A., & Nurhusna, N. (2020). Gambaran kadar glukosa darah sewaktu pada masyarakat usia produktif. Jurnal Keperawatan Klinis, 11(2), 112–118.
Haiti, M. (2019). Perokok aktif dan pasif dengan kadar glukosa darah. Jurnal Kesehatan Utama, 7(3), 150–158.
Hamida, I. (2021). Analisis kadar glukosa darah pada perokok aktif di RT 03 Dusun 02 Desa Tebedak II Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Media Kesehatan, 5(2), 45–50.
Handayani, S., & Rofikoh, S. (2020). Pengaruh usia dan pola makan terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes tipe 2. Jurnal Biomedis dan Kesehatan, 6(1), 22–29.
Karim, D., Dewi, W. N., & Safri. (2022). Kategori tipe perokok berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus tipe II. Jurnal Ners Indonesia, 13(1), 32–41.
Kshanti, I. A., & Soewondo, P. (2019). Pedoman tata laksana pemeriksaan glukosa darah point-of-care testing (POCT) di fasilitas pelayanan kesehatan. PB PERKENI.
Kusdiantini, A., & Maulida, S. Y. (2024). Evaluasi paparan asap rokok kronis terhadap sensitivitas insulin perifer. Jurnal Riset Kesehatan, 13(2), 77–85.
Maulida, S. Y. (2024). Peran nikotin terhadap gangguan sekresi hormon insulin dan pengendalian glikemik. Jurnal Patofisiologi Medis, 10(1), 50–58.
Novitasari, D., & Hartono, A. (2014). Perilaku merokok pada anak usia remaja dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Keperawatan Anak, 2(1), 18–25.
Pramanik, R. (2021). Beban epidemiologi dan ekonomi penyakit degeneratif akibat kebiasaan merokok. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(4), 201–209.
Rofikoh, S., Handayani, S., & Indriani, S. (2020). Determinan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Posbindu Mawar Kuning Gambir. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 115–124.
Soulitions, T., & Nugroho, P. (2020). Hubungan riwayat keluarga dengan kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 15(3), 190–198.
Trisnawati, S. K., & Setyorogo, S. (2013). Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(2), 105–111.
Wahyuni, S. (2018). Profil skrining glukosa darah dan kebiasaan merokok masyarakat pedesaan Desa Kemoning. Jurnal Keperawatan Komunitas, 4(1), 30–36.
Copyright (c) 2026 AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




1.png)



1.png)