MINUMAN KERAS SEBAGAI MANIFESTASI PATOLOGI SOSIAL PADA REMAJA: ANALISIS TEORI ANOMIE DAN SOLIDARITAS KELOMPOK

  • Zayyan Nabil Hizbullah Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Puspa Arum Yasinatul Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
Keywords: Minuman Keras, Patologi Sosial, Remaja, Teori Anomie, Solidaritas Kelompok, Perilaku Menyimpang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi minuman keras pada remaja sebagai salah satu manifestasi patologi sosial dengan menggunakan teori anomie dari Émile Durkheim dan teori solidaritas kelompok. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena melemahnya norma dan kontrol sosial di tengah perubahan sosial yang cepat, yang membuat remaja rentan mengalami kebingungan nilai sekaligus mencari penerimaan melalui kelompok pergaulan, salah satunya melalui kebiasaan minum bersama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (literature review), dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang membahas patologi sosial, teori anomie, solidaritas kelompok, serta perilaku menyimpang remaja. Data dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi, kategorisasi, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa anomie menempatkan remaja pada kondisi kerentanan nilai, sedangkan solidaritas kelompok berperan sebagai mekanisme yang mendorong, menormalisasi, dan mempertahankan perilaku konsumsi minuman keras di kalangan remaja. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman bahwa persoalan tersebut memerlukan pendekatan pencegahan yang terpadu, melibatkan keluarga, pendidikan, konseling, dan bimbingan keagamaan, bukan hanya pendekatan moral atau hukum semata.

References

Ardiansyah, L. P., & Budisetyani, I. G. A. P. W. (2020). Pengaruh peer group terhadap perilaku minum alkohol pada remaja. Buletin K-PIN, 6(14). https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/685-pengaruh-peer-group-terhadap-perilaku-minum-alkohol-pada-remaja

Bahabol, T., Lefaan, A., & Mansoben, J. R. (2026). Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan minuman keras pada remaja Kampung Tomon Satu di Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo Propinsi Papua Pegunungan. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(6), 2381–2399. https://doi.org/10.59141/cerdika.v6i6.3561

Burlian, P. (2016). Patologi sosial. Bumi Aksara.

Durkheim, É. (2002). Suicide: A study in sociology (J. A. Spaulding & G. Simpson, Trans.). Routledge. (Original work published 1897)

Erniwati, N., Shahnyb, N., & Baru, Y. M. (2025). Komunikasi interpersonal dalam mengurangi ketergantungan alkohol di kalangan remaja di Desa Lalang, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(5), 350–358. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i5.1187

Fajarini, U. (2019). Patologi sosial dan dampaknya terhadap remaja. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 15(1), 1–9. https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.13444

Fatma, R. A., & Srihadiati, T. (2024). Minuman keras sebagai faktor determinan tindak kejahatan penganiayaan di wilayah Jakarta Selatan. UNES Law Review, 6(4), 10955–10964. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.1994

Jamaludin, A. N. (2016). Dasar-dasar patologi sosial. Pustaka Setia.

Kamran, Mardatilla, A., Azizah, N., Ernawati, L., Fauzan, A., & Fahmi, F. (2022). Kenakalan remaja dan upaya penanggulangannya di Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities, 1(1), 43–56. https://e-journal.ununtb.ac.id/index.php/retorika/article/download/215/143

Kartono, K. (2008). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. PT Raja Grafindo Persada.

Khotimah, H., Dewi, K., Lubis, L. K. L. U., Prayogo, M. D. A., Virdi, S., & Khoiriah, S. U. (2023). Analisis akar penyebab pembunuhan dalam masyarakat Indonesia: Perspektif teori anomie Durkheim. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora, 2(3), 155–177. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.983

Maharani, A. I., Nainggolan, A. C., Istiharoh, Putri, P. A., & Pratama, R. A. (2023). Analisis fenomena penyimpangan sosial: Tawuran remaja dalam teori anomie Emile Durkheim. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora, 2(3), 139–154. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.978

Merton, R. K. (1968). Social theory and social structure. The Free Press.

Miradj, S. (2020). Dampak minuman keras terhadap perilaku generasi muda (Gamsungi, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat). Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 14(1), 65–86. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v14i1.245

Monita, S., Yuhelna, & Yatim, Y. (2022). Upaya Dinas Sosial mengatasi kenakalan remaja mengonsumsi minuman keras di Kota Sungai Penuh (Studi kasus: Remaja yang mengonsumsi minuman keras di Pasar Sungai Penuh). Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 13(2), 824–829. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPSH/article/download/58408/75676594695

Mulyani, D. S., & Hanani, S. (2023). Dinamika solidaritas mekanis dan solidaritas organik dalam manajemen pendidikan: Perspektif Durkheimian. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, dan Antropologi, 7(2), 65–83. https://doi.org/10.20961/habitus.v7i2.80141

Pihahey, P. J., & May, N. L. (2022). Dampak konsumsi minuman keras terhadap perilaku berisiko remaja pria di Indonesia (Analisis data SDKI KRR 2017). Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 7(2), 91. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v7i2.555

Rahmadani. (2025). Upaya mencegah perilaku kecanduan minuman keras pada remaja di Kota Bengkulu. ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling, 4(2), 165–172.

Rahmat, A. E., & Suhaeb, F. W. (2023). Perspektif Emile Durkheim tentang pembagian kerja dan solidaritas masyarakat maju. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 7(3), 2138–2144. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i3.5233

Rahmawati, R., Anita, Arisanti, D., Fatmawati, A., Hasnah, & Amaliah, R. (2024). Peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya minuman beralkohol: Studi di Kecamatan Barombong, Gowa. Lontara Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(2), 10–18.

Runturambi, N. N., Renteng, S., & Simak, V. F. (2023). Hubungan pergaulan teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman keras pada remaja di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan. Mapalus Nursing Science Journal, 1(1), 46–50. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/caring/article/view/45250

Runtuwene, T. L., Manampiring, A., & Ratag, G. (2022). Hubungan antara obesitas, perilaku merokok dan konsumsi alkohol dengan kualitas hidup kesehatan remaja. Jurnal Biomedik, 14(2), 103–111. https://doi.org/10.35790/jbm.v14i2.46343

Rusuli, I. (2022). Psikososial remaja: Sebuah sintesa teori Erick Erikson dengan konsep Islam. Jurnal As-Salam, 6(1), 75–89. https://doi.org/10.37249/assalam.v6i1.384

Solina, S., Arisdiani, T., & Widiastuti, Y. P. (2018). Hubungan peran orang tua dengan perilaku konsumsi minuman alkohol pada remaja laki-laki. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(1), 36–45. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkj/article/view/4422

Syarbaini, S., & Fatkhuri. (2016). Teori sosiologi: Suatu pengantar. Ghalia Indonesia.

Taufiqin. (2015). Hukum Islam tentang minuman keras: Pencegahan dan penanggulangan perilaku minuman keras di Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 6(2), 481–499. https://doi.org/10.21043/yudisia.v6i2.1473

Utina, S. S. (2012). Alkohol dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Jurnal Health and Sport, 5(2). https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JHS/article/view/859

Published
2026-10-31
How to Cite
Hizbullah, Z. N., & Yasinatul, P. A. (2026). MINUMAN KERAS SEBAGAI MANIFESTASI PATOLOGI SOSIAL PADA REMAJA: ANALISIS TEORI ANOMIE DAN SOLIDARITAS KELOMPOK. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 8(3), 1086-1094. https://doi.org/10.54783/jin.v8i3.2118