DAMPAK PARTISIPASI MASYARAKAT MENJAGA LINGKUNGAN DI PUSAT KOTA GARUT
Abstract
However, the IKLH's most dominant environmental concerns are to water quality degradation and plant cover. This research is centered on the environmental difficulties in Garut Regency, namely in Garut Kota's core, not only the rubbish that was spread after CFD activities ceased. For environmental issues to be handled, the government needs the public's help. In this study, Huraerah's notion of community involvement is applied. Description and qualitative technique are utilized in the study. As a consequence of this study, community engagement in Garut Kota's central business district is still very much needed but the most essential point is that community engagement in environmental protection is not only about how many people participate, but about protecting the environment itself.
References
Ariwidodo, E. (2014). relevansi pengetahuan masyarakat tentang Lingkungan dan etika lingkungan dengan partisipasinya dalam pelestarian lingkungan. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 11(1), 1-20.
Desfandi, M. (2015). Mewujudkan Masyarakat Berkarakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 2(1), 31-37.
Hasibuan, R. (2016). Analisis Dampak Limbah/Sampah Rumah Tangga Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup. Jurnal Ilmiah Advokasi, 4(1), 42-52.
Karuniastuti, N. (2013). Bahaya Plastik Terhadap Kesehatan Ddan Lingkungan. Swara Patra, 3(1).
Lailiani, B. A. (2017). Strategi Pemerintah Desa Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Rangka Pembangunan Desa (Studi pada Desa Kemamang Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro). JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 3(2).
Marliani, N. (2015). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) Sebagai Bentuk Implementasi Dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 4(2).
Mina, R. (2016). Desentralisasi Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sebagai Alternatif Menyelesaikan Permasalahan Lingkungan Hidup. Arena Hukum, 9(2), 149-165.
Rusdina, A. (2015). Membumikan Etika Lingkungan Bagi Upaya Membudayakan Pengelolaan Lingkungan Yang Bertanggung Jawab. Jurnal Istek, 9(2).
Saputri, M. M. (2015). Evaluasi Dampak Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Program Bank Sampah (Studi Di Bank Sampah Sumber Rejeki Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri). Jurnal Administrasi Publik, 3(11), 1804-1808.
Setiadi, A. (2015). Studi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Pada Kawasan Permukiman Perkotaan di Yogyakarta. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 3(1), 27-38.
Soemarwoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup. Jakarta: Djembatan.
Sudrajat, M. A., Liando, D., & Sampe, S. (2017). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah dan Retribusi Pelayanan Kebershan di Kota Manado. Jurnal eksekutif, 1(1).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D . Bandung: Alfabeta
Sulistiyani, A. T. (2002). Problema dan Kebijakan Perumahan di Perkotaan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 5(3), 327-344.
Sundari, E. S. (2010). Studi Untuk Menentukan Fungsi Hutan Kota Dalam Masalah Lingkungan Perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota UNISBA, 6(2).
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Wibisana, M. R. A. G. (2017). Campur Tangan Pemerintah dalam Pengelolaan Lingkungan: Sebuah Penelusuran Teoritis berdasarkan Analisa Ekonomi atas Hukum (Economic Analysis of Law). Jurnal Hukum dan Pembangunan, 47(2), 151-182.
Yuniarto, B. (2013). Membangun Kesadaran Warga Negara Dalam Pelestarian Lingkungan. Deepublish.





.png)
.png)

1.png)