PENGARUH KOMUNIKASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

  • M. Harun Alrasyid Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Program Magister Terapan Studi Pemerintahan Daerah Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Layla Kurniawati Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Bambang Supriyadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Keywords: kompetensi, komunikasi, kinerja

Abstract

Pemerintah Indonesia menggunakan asas dekonsentrasi wilayah administrasi dan asas desentralisasi untuk daerah otonomi. Sistem penyelenggaraan kewenangan otonomi dari pemerintah pusat sampai daerah kabupaten dan kota didasarkan pelimpahan kekuasaan wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Untuk mengantisipasi pengelolaan dan dinamika kegiatan masyarakat seirama dengan tuntutan era globalisasi, maka kondisi ketentraman dan ketertiban umum daerah yang kondusif merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh masyarakat. Seorang Kepala Daerah dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan peraturan daerah. Penyelenggara pemerintahan dalam negeri yang dibekali oleh sistem pendidikan tinggi kepamongprajaan, mewujudkan kemampuan dalam menjalankan organisasi pemerintah dengan memegang teguh kode etik profesional kepamongprajaan.

Metode penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, metode servei dan verifikasi. Populasi pada penelitian ini adalah pedagang kaki lima yang berjualan di Kabupaten Bandung Barat yang terdapat pada Pasar Padalarang dan Pasar Lembang (Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan Kabupaten Bandung Barat, 2019) sebanyak 483 pedang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan untuk variabel komunikasi diperoleh nilai skor rata-rata sebesar 261, apabila dilihat kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian tampak variabel komunikasi pada range 215,80 – 282,19 termasuk kriteria cukup baik. Variabel kompetensi memiliki nilai rata-rata sebesar 261,8 termasuk pada range 215,80 - 282,19 berada pada kriteria cukup baik. Variabel kinerja memiliki nilai rata-rata sebesar 282,3 termasuk pada range 282,20 - 348,59 berada pada kriteria baik. Komunikasi dan kompetensi secara parsial dan simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja Satpol PP dalam upaya penegakan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat.

References

Algifari. (2008). Analisis Regresi, Teori, Kasus & Solusi. Yogyakarta: BPFE UGM.
Azwar, S. (2006). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Claudia Schlegel, MME, RN; Ulrich Woennann, MD, MME; Maya Shaha, PhD, RN; Jan-Joost Rethans, MD, PhD; and Cees van der Vleuten, PhD. (2012). Effects of Communication Training on Real Practice
Performance: A Role-Play Module Versus a Standardized Patient Module. Journal of Nursing Education. Vol. 51, No. 1.
Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitianm untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Fuad, N. (2009). Konsep Pelatihan. [Online]. http://fuadadman.com/wp•content/upload/2009/08/KONSEP PELATIHAN. doc [11 Maret 2015)
Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Cetakan Pertama. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hadijah, S. H. (2008). Pengaruh kompetensi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Bina Marga Kota Bandung. Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia. Vol.6, No.12.
Hakim, L. (2008). Hubungan Kepemimpinan, Kompensasi dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Depok. Jurnal Ekonomi Bisnis. No. 2 Vol. 13
Handoko, T. H. (2009). Management Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE
Hasibuan, M. S P. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Howanitz, Peter J;Va l e n s t e i n , Paul N;Fine,Glen. (2000). Employee competence and performance-based assessment: A College of American Pathologists Q-Probes study of laboratory personnel
in 522 institutions. ProQuest Nursing & Allied Health Source pg. 195.
Hutapea, P. (2008). Kompetensi Plus. Jakarta: Pf Gramedia
Indrianto dan Supomo. (2007). Metodologi Penelitian. Jakarta: Indeks
Kountur, R. D.M.S. (2007), Metodologi Penelitian Untuk Penyusunan Skripsi dan Tesis. Jakarta: Penerbit PPM.
Kuncoro, M. (2010). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis, Edisi 3. Jakarta: Erlangga.
Mangkunegara, A. P. (2006), Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, edisi pertama, cetakan pertama. Bandung: Refika Aditama.
Meylin, D (2008). Standar Kompetensi Tenaga Kesehatan Dalam Rangka Pengembangan Kualitas Diknakes diadopsi Competency Based Training Laboratory Operations Project (Labops). Media Pengembangan SDM Kesehatan, Vol. I No. I, Januari 2005.
Milkovich, G.T dan Boudreau, J.W. (2008). Human Resource Management. Thirteenth Edition. Irwin Bokk Team.
Moehriono. (2009). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Narimawati, U. (2007). Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Agung Media. Nitisemito,http://www.scribd.com dikutip tanggal 15 Feb 2015
Palan, R (2008). Competency Management. Jakarta: PPM Indonesia.
Pandey, Sanjay; Garnett, James L. (2006). Exploring Public Sector Communication Performance: Testing a Model and Drawing Implications. Public Administration Review. Volume 66 Nomor 1.
Prabasari dan Netra. (2013). Pengaruh Motivasi, Disiplin Kerja Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Pin (Persero) Distribusi Bali. Diambil 17 Februari 2015 situs Word Wide Web http://
download.portal garuda.org/artic1e.php?article=82443&val=989.
Priyatno, D. (2012). Belajar Cepat Olah Data Statistik Dengan SPSS. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Rosgandika, M. (2005). Metodologi Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Rivai, V. (2006). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.
Ruky, A. S. (2007). Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Bumi Aksara
Saari, H.A., and Rasyid, A.M. (2013). Competency Level of Employability Skills among the Apprentices of the National Dual Training System: A Comparative Analysis of Industry Perception by Company Status. International Journal of Educations and Research. Vol l No. 11
Sarwono, J. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Grahailmu
Sedarmayanti (2008). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Bandung: Mandar Maju.
Singarimbun, M & Effendi, S. (2007). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.
Siswandi. (2010). Pengaruh Gaya Kepemimpinan; Komunikasi Internal dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Diambil 17 Februari 2015 situs Word Wide Web pada http://eprints.dinus.
ac.id/5080/1/12350.pdf
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &D. Bandung: Alfabeta
Sulistiyani, A. T. dan Rosidah. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ihnu.
Umar, H. (2010). Metode Penelitian untuk Skripsi don Tesis Bisnis. Edisi kedua. Jakarta: Raja Grafindo.
Wisnu, Adan Mulyantomo, E. (2012). Pengaruh Komunikasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Kresnatel Indonesia Semarang. Jurnal Dinamika Manajemen Volume 1 Nomor 5.

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja
Published
2022-12-26
How to Cite
M. Harun Alrasyid, Layla Kurniawati, & Bambang Supriyadi. (2022). PENGARUH KOMUNIKASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT. VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah Di Indonesia, 14(3), 193-208. https://doi.org/10.54783/jv.v14i3.641