STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN DI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

  • Helianus Rudianto Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Maya Diella Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Keywords: strategi, pengembangan destinasi wisata, wisatawan

Abstract

Industri pariwisata dinilai sangat berpengaruh dalam meningkatkan ekonom negara. Berbagai pengembangan dilakukan, baik pemerintah pusat maupun swasta untuk menggali dan memanfaatkan potensi wisata yang ada di daerah mereka masing-masing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Blitar dalam rangka mengembangkan potensi destinasi wisata yang ada sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk senantiasa tinggal dan mengeksplor kekayaan wisata di Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalan metode kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian mengenai pengembangan destinasi wisata, diperoleh beberapa strategi sebagai berikut: 1. Mengenalkan Brand Amazing Blitar: Land of Kings; 2. Melakukan promosi “Ulas Kembar”; 3. Melakukan promosi digital; 4. Memanfaatkan pembangunan JLS (Jalur Lintas Selatan); 5. Meningkatkan amenitas di sekitar destinasi wisata. Destinasi wisata di Kabupaten Blitar memang sangat beragam dan unik apabila dapat dikelola dengan maksimal dan profesional dalam menggali lebih banyak potensi wisata yang ada. Kemudian akan sangat membantu sekali apabila didukung dengan promosi digital. Supaya destinasi wisata di Kabupaten Blitar dapat dikenal oleh banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

References

Alkadri, Muchdie, & Suhandojo. (2001). Tiga pilar pengembangan wilayah : sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi (2nd ed.). Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian : suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Brannen, J. (2005). Memandu Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Belajar.
Creswell, J. W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. PT. Pustaka Belajar.
---------. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (diterjemahkan oleh Achmad Fawaid dan Rianayati Kusmini Pancasari, ed). Pustaka Belajar.
Hamdi, M. (2014). Metodologi Penelitian Administrasi. Universitas Terbuka.
Karyono, H. (1997). Kepariwisataan. Grasindo.
Marpaung,H. (2002). Pengantar Pariwisata. Alfabeta.
Mill, R. C. (2000). Tourism The International Business (Alih Bahasa Sastro Tibudi). Raja Grafindo Persada.
Muljadi, A. & Warman, A. (2014). Kepariwisataan dan Perjalanan. Rajagrafindo Persada.
Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Rangkuti, F. (2014). Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT (18th ed.). PT Gramedia Pustaka Utama..(2017).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (23rd ed.). Alfabeta.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Gaya Media.
Yoeti, H. O. A. (2010). Dasar-dasar pengertian hospitality & pariwisata (1st ed.).Alumni.

Internet
Disparbudpora. (2020). 10 Destinasi Wisata Terfavorit Kabupaten Blitar (New Normal). https://disparbudpora.blitarkab.go.id/10-destinasi-wisata- terfavoritkabupaten-
blitar-new-normal/ , diakses pada 10 September 2021, pukul 13:00
egsaugm. (2021). Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi. https://egsa.geo.ugm.ac.id/2021/02/11/pariwisata-indonesia-di-tengah- pandemi/, diakses pada 10 September 2021, pukul 10:00.
Ekonomi. (2020). PUPR: Anggaran Lima Proyek KSPN Mencapai Rp5 Triliun. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200205/45/1197767/pupranggaran-lima-proyek-kspn-mencapairp5-triliun , diakses pada tanggal 10 September 2021, pukul 12:00
Eticon. (2020). Upaya Pembangunan Pariwisata yang Berkelanjutan. https://eticon.co.id/konsep-pariwisata-berkelanjutan/, diakses pada 13 September 2021, pukul 08:00
Indonesia-investments. (2016). Industri Pariwisata Indonesia. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/industri-sektor/pariwisata/item6051, diakses pada 1 September 2021, pukul 15:00
Kumparan. (2020). Industri Kreatif Dalam Peningkatan Sektor Pariwisata di Korea Selatan. https://kumparan.com/usmantri-wahyudi/industri-kreatif- dalampeningkatan-sektor-pariwisata-di-koreaselatan-1upmqqhFtIK , diakses pada 13 September 2021, pukul 08: 15
---------. (2021). Kebut Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ini Arahan Jokowi ke Sandiaga. https://kumparan.com/kumparanbisnis/kebut-pemulihan-pariwisata-danekonomi-kreatif-ini-arahan-jokowi-kesandiaga-1uvQnp8JbiX , diakses pada tanggal 13 September 2021, pukul 10:00
Media. (2017). Pariwisata dan Ekonomi Rakyat. https://mediaindonesia.com/opini/119411/pariwisata-dan-ekonomirakyat, diakses pada 1 September 2021, pukul 15: 10.

Jurnal
Demolingo, R. H. (2015). Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo. 1, 67–82.
Khotimah, K. (2017). Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya. 41(1), 56–65.
Primadany, S. (2013). Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata Daerah (Studi Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 1(4), 135–143.

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan
Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2016-2021.
Published
2022-12-26
How to Cite
Helianus Rudianto, & Maya Diella. (2022). STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN DI KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR. VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah Di Indonesia, 14(3), 255-266. https://doi.org/10.54783/jv.v14i3.647