ERA BARU PEMASYARAKATAN PASCA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2022 TENTANG PEMASYARAKATAN
Abstract
Perkembangan persyaratan perundang-undangan untuk pemasyarakatan tidak sepenuhnya tercakup dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Undang-Undang Pemasyarakatan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, juga dianggap tidak memadai dalam memfasilitasi pelaksanaan perlindungan hak sebagaimana yang digariskan dalam Pasal 28D Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengaturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 terhadap beberapa subsistem pemasyarakatan yang beroperasi secara independen dan tidak terhubung dengannya pada akhirnya berisiko menyebabkan tumpang tindih dan inkonsistensi norma. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dan bersifat kualitatif. Semua konsep pemasyarakatan berfungsi sebagai landasan bagi undang-undang pemasyarakatan yang baru. Sementara itu, mengubah paradigma pemasyarakatan didasarkan pada landasan filosofis, sosial, dan hukum. Sebagai subsistem peradilan pidana yang mengoordinasikan penegakan hukum, sistem pemasyarakatan yang komprehensif termasuk dalam ruang lingkup dan arah aturan dalam ukuran ini.
References
Abdussalam. (2006). Prospek Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Restu Agung.
Agustine, O. V. (2020). Pemberantasan korupsi di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Arief, B. N. (2013). Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Arief, B. N. (2018). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Prenadamedia.
Bartolas, C. (1985). Correctional Treatment: Theory and Practice. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Chazawi, A. (2008). Pelajaran Hukum Pidana III (Percobaan dan Penyertaan). Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Djamali, R. A. (2018). Pengantar hukum Indonesia. Depok: RajaGrafindo Persada.
Effendi, E. (2014). Hukum pidana Indonesia: Suatu pengantar. Bandung: Refika Aditama.
Farkhani, dkk. (2018). Filsafat hukum: Paradigma modernisme menuju post modernisme. Solo: Kafilah Publishing.
Friedman, L. M. (2009). Sistem hukum (Perspektif ilmu sosial). Bandung: Nusamedia.
Fuady, M. (2007). Perbandingan ilmu hukum. Bandung: Refika Aditama.
Hagan, F. E. (2015). Pengantar kriminologi (Teori, metode, dan perilaku kriminal). Jakarta: Prenadamedia Group.
Hadikusuma, H. (1992). Bahasa hukum Indonesia. Bandung: Alumni.
Halim, R. (2005). Pengantar ilmu hukum dalam tanya jawab. Bogor: Ghalia Indonesia.
Hamzah, A. (2017). Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Harahap, M. Y. (1998). Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP (Penuntutan dan Penyidikan). Jakarta: Sinar Grafika.
Hariri, W. M. (2012). Pengantar ilmu hukum. Bandung: Pustaka Setia.
Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-prinsip hukum pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.
Husen, H. M. (1990). Kejahatan dan penegakan hukum di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Kania, D. (2018). Hak Asasi Manusia Dalam Realitas Global. Bandung: Manggu Makmur Tanjung Lestari
Kartadikara, S. (2001). Hukum Pidana: Kumpulan Kuliah Bagian II. Bandung: Lektur Mahasiswa.
Lamintang, P. A. F. (1997). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Levinson, D. (2002). Encyclopedia of Crime and Punishment. New Delhi: Sage Publication.
Mahmud Marzuki, P. (2012). Pengantar ilmu hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Makarim, M. (2014). Memaknai kekerasan. Jakarta: ELSAM.
Mertokusumo, S. (2003). Mengenal hukum. Yogyakarta: Liberty.
Moeljatno. (1993). Asas-asas hukum pidana. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhwan Hariri, W. (2012). Pengantar ilmu hukum. Bandung: Pustaka Setia.
Nassaruddin, E. H. (2016). Kriminologi. Bandung: Pustaka Setia.
Nasution, M. I., & Isnina, N. (2020). Hukum acara pidana. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung Press.
Poernomo, B. (2002). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Prakoso, A. (2018). Pengantar Hukum Indonesia. Surabaya: LaksBang PressIndo.
Prasetyo, T. (2014). Hukum Pidana. Depok: RajaGrafindo Persada.
Prodjodikoro, W. (2013). Asas-asas hukum pidana. Bandung: Refika Aditama.
Prodjodikoro, W. (1986). Tindak-tindak pidana tertentu di Indonesia. Bandung: Eresco.
Purnama, I. K. A. (2018). Hukum kepolisian (Sejarah dan peran Polri dalam penegakan hukum serta perlindungan HAM). Bandung: Refika Aditama.
Rahardjo, S. (2011). Penegakan Hukum: Suatu Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing.
Salman, O. (2009). Filsafat Hukum (Perkembangan dan Dinamika Masalah). Bandung: Refika Aditama.
Soekanto, S. (1983). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: UI Press.
Soekanto, S. (1986). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI Press.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Depok: Rajawali Pers.
Soerodibroto, S. (2012). KUHP dan KUHAP dilengkapi yurisprudensi Mahkamah Agung dan Hoge Raad. Depok: RajaGrafindo Persada.
Sudarma, D. (2007). Reposisi dan Revitalisasi Pemasyarakatan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Depkumham.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syarifin, P., & Jubaedah, D. (2012). Ilmu perundang-undangan. Bandung: Pustaka Setia.
Tresna, R. (1957). Peradilan di Indonesia dari abad ke abad. Jakarta: Pradya Paramita.
Viana Agustine, O. (2020). Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Wahidmurni. (2008). Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan (Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif). Malang: IKIP Malang.
Wahab, S.A. (2004). Analisis Kebijakan Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.
Waluyo, B. (2002). Penelitian Hukum Dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika.
Wantu, F. M. (2015). Pengantar Ilmu Hukum. Gorontalo: Reviva Cendekia.
Wirartha, I. M. (2006). Pedoman Penulisan: Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis. Yogyakarta: Andi.





.png)
.png)

1.png)