ANALISIS PERENCANAAN PEGAWAI DALAM RANGKA MENYUSUN KEBIJAKAN DESENTRALISASI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUBANG

  • Budi Rismayadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Mumun Maemunah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang
Keywords: Perencanaan Pegawai, Kebijakan Desentralisasi, Dinas Kesehatan

Abstract

Perencanaan pegawai adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk mengestimasi secara sistematik kebutuhan dan suplai pegawai pada organisasi dimasa mendatang, sedangkan tujuan perencanaan pegawai sendiri adalah untuk mendapatkan pegawai yang memenuhi syarat baik segi kualitas maupun kuantitas agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, sehingga dapat tercapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai seberapa jauh proses perencanan pegawai yang telah dilaksanakan oleh manajemen Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metoda deskriptif yang diawali dengan penelitian ekploratori untuk menemukan permasalahan dalam perencanaan sumber daya manusia.Metode deskriptif yang digunakan adalah "Studi Kasus" dengan cara mengumpulkan data dan informasi pada dinas Kesehatan Kabupaten Subang. Penelitian ini diarahkan kepada 3 aspek yaitu (1) proses perencanaan pegawai (2) teknik peramalan kebutuhan dan suplai pegawai dan (3) data hasil penelitian. Kemudian data tersebut dibandingkan dengan teori perencanaan pegawai menurut konsep-konsep / prinsip-prinsip dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Data yang dianalisis adalah data pertumbuhan dan perputaran pegawai dari tahun 2015-2018 dan data beban kerja pegawai tahun 2019. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, belum dilaksanakan secara optimal. Hal tersebut terlihat pada (1) aspek peramalan kebutuhan pegawai yang dibuat belum berdasarkan pada analisis beban kerja dan (2) aspek peramalan suplai pegawai baru dibuat berdasarkan inventarisasi pegawai yang ada tanpa memperhitungkan perubahan. Dengan demikian terdapat perbedaan perencanaan pegawai yang dibuat oleh manajemen dengan perencanaan pegawai yang penulis analisis berdasarkan teori manajemen sumberdaya manusia. Perbedaan ini menurut penulis muncul disebabkan oleh keterbatasan waktu dan dana dalam proses perencanaan pegawai yang disediakan oleh organisasi.

 

References

Alwasilah, H. 2011, Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif ,Jakarta: Dunia Pustaka.
Akademika Moekijat. 1989. Majemen Kepegawaian. Cetakan ketujuh. Bandung: Mandar Maju.
Bintoro Tjokroamidjojo. 1985. Pengantar Administrasi Pembangunan, Malang: LP3S.
Judistira K. Gama, 2008, Dasar dan Proses Penelitian Sosial, Bandung; Primaco
Rismayadi, B., Faddila, S. P., & Maemunah, M. (2020). The influence of work motivation, leadership and organizational culture on job satisfaction in industrial estate in Karawang. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(7). https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I7/PR270294
Soekidjo Notoatmodjo. 2007. Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta
Siagian, Sondang P. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta :Salemba Empat.
S. Margono, 1997 Metodologi Penelitian Pendidika,Jakarta: Renika Cipta.
Wahyu, 1996, Pedoman Penelitian Pendidikan, Bandung: Tarsito.
Published
2020-07-26
How to Cite
Rismayadi, B., & Maemunah, M. (2020). ANALISIS PERENCANAAN PEGAWAI DALAM RANGKA MENYUSUN KEBIJAKAN DESENTRALISASI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUBANG. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan Dan Politik, 3(1), 270 - 283. https://doi.org/10.54783/japp.v3i1.69